TikTok Uji Fitur Kontrol Konten AI di Halaman FYP Pengguna
TikTok kini sedang menguji fitur baru yang memberi pengguna kendali lebih terhadap konten yang dibuat oleh kecerdasan buatan di halaman For You Page (FYP). Fitur ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan membiarkan pengguna menyesuaikan pengalaman menonton mereka.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya jumlah konten berbasis AI yang diunggah oleh kreator di platform, untuk mempertahankan relevansi konten sesuai dengan preferensi pengguna.
Fitur kontrol ini memberi pengguna opsi untuk menentukan frekuensi kemunculan konten AI di FYP melalui pengaturan di menu Manage Topics → AI-Generated Content. Dengan menggunakan slider, mereka bisa memilih untuk melihat lebih sedikit atau lebih banyak konten yang dihasilkan oleh AI.
Meskipun pengaturan ini tidak akan menghapus konten AI sepenuhnya dari penglihatan pengguna, fitur ini bertujuan untuk membantu mereka mengatur intensitas kemunculan konten tersebut. Menurut laporan, fitur ini masih dalam tahap percobaan dan belum tersedia untuk semua pengguna secara global.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Banyak faktor yang mendorong TikTok untuk merilis fitur ini, terutama meningkatnya jumlah konten berbasis AI yang dihasilkan oleh kreator menggunakan alat generatif. Sendiri, alat seperti OpenAI Sora dan Google Veo memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan dominasi konten AI di platform.
Kekhawatiran akan 'AI slop', yaitu konten berkualitas rendah yang mengganggu pengalaman pengguna, telah mendorong perusahaan untuk memberikan kontrol kepada penggunanya. Dengan fitur baru ini, TikTok berharap memberi pengguna lebih banyak kebebasan untuk menyaring tingkat paparan video yang dihasilkan oleh AI.
Salah satu keuntungan dari fitur ini adalah pengguna dapat menikmati halaman FYP yang lebih sesuai dengan preferensi mereka, dengan mengurangi paparan konten AI. Selain itu, label AI ditambahkan untuk membantu pengguna membedakan antara konten yang asli dan yang telah dimanipulasi secara visual.
Namun, mungkin ada batasan pada fitur ini karena saat ini masih dalam tahap uji coba. Pengguna tidak bisa menghilangkan semua konten AI dari tampilan mereka, dan sistem deteksi yang ada masih dalam pengembangan untuk meningkatkan akurasinya.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: