Mengapa Suasana Hati Kita Runtuh Setelah Liburan Berakhir?
Banyak orang mengalami perubahan suasana hati yang signifikan setelah menyelesaikan liburan yang panjang. Dari suasana riang, tiba-tiba mood bisa merosot dan menimbulkan perasaan terjebak dalam rutinitas yang membosankan.
Fenomena ini dikenal dengan istilah post-holiday blues, dan menjadi pengalaman umum bagi banyak orang ketika kembali ke kehidupan sehari-hari setelah momen menyenangkan tersebut.
Post-holiday blues sering kali didefinisikan sebagai perasaan sedih atau kehilangan yang dialami seseorang setelah liburan berakhir. Hal ini disebabkan oleh perbedaan yang mencolok antara euforia liburan dan kenyataan sehari-hari yang lebih monoton.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang mengalami kesulitan dalam beradaptasi kembali dengan rutinitas setelah pengalaman menyenangkan yang panjang. Rasa kehilangan arah ini sering kali muncul ketika tanggung jawab dan pekerjaan mulai menumpuk.
Selain itu, tekanan untuk menyelesaikan banyak hal sebelum liburan berakhir dapat memicu stres emosional. Ketika kebahagiaan liburan memudar, sebagian orang merasa lebih tertekan dan kosong.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Salah satu penyebab utama fenomena ini adalah biaya emosional yang dibawa oleh liburan. Saat individu menikmati waktu berkualitas dengan orang terdekat, mereka mungkin merasa kesepian saat kembali ke rutinitas normal.
Aktivitas sosial yang biasanya meningkat selama liburan cenderung berkurang setelahnya. Hal ini menciptakan kesenjangan antara interaksi yang aktif dan situasi sosial yang lebih terbatas di tempat kerja.
Stres juga berkontribusi terhadap munculnya post-holiday blues. Banyak orang merasakan tekanan menjelang liburan, dan ketika kembali, beban pekerjaan yang menunggu dapat menambah rasa cemas.
Menghadapi post-holiday blues bisa dilakukan dengan menciptakan kebiasaan baru atau mendorong diri untuk mencoba hobi baru. Ini dapat membangun suasana hati yang lebih positif dan mengalihkan perhatian dari perasaan negatif.
Menjaga komunikasi dengan teman dan keluarga pasca-liburan juga sangat berharga. Menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat membantu meredakan rasa kesepian.
Penting pula untuk memberikan diri waktu untuk beradaptasi kembali ke rutinitas. Mengakui perasaan ini tanpa merasa bersalah adalah langkah awal yang baik menuju kesehatan mental.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: