Permainan tradisional seperti gundu dan kelereng memiliki arti penting dalam perkembangan sosialisasi anak-anak, terutama bagi generasi 90-an di Indonesia.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Praktik bermain ini tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter dan nilai kompetitif pada anak-anak di masa itu.
Gundu dan kelereng adalah permainan tradisional yang mendominasi kalangan anak-anak pada dekade 90-an, sering dimainkan di halaman sekolah dan tempat terbuka lainnya.
Kedua permainan ini menawarkan aturan yang sederhana, memungkinkan anak-anak untuk dengan cepat memahami dan terlibat di dalamnya.
Popularitas permainan ini tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga melibatkan interaksi sosial yang membangun kenangan masa kecil yang relevan.
Melalui proses bermain, anak-anak menciptakan ikatan yang kuat dan membangun identitas sebagai bagian dari generasi 90-an.
Permainan gundu dan kelereng berperan sebagai media pembelajaran penting untuk keterampilan sosial di kalangan anak-anak.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dalam konteks permainan, anak-anak belajar tentang kerjasama, menghargai lawan, dan mengelola emosi saat menghadapi kesulitan.
Konsep kompetisi yang ada dalam permainan ini mengajarkan anak-anak untuk mengadopsi sikap positif dalam menghadapi tantangan.
Keterlibatan dalam permainan ini juga memperluas jaringan sosial, menciptakan hubungan yang sering berujung pada persahabatan yang langgeng.
Saat ini, banyak anak lebih memilih permainan video dan gadget, yang berpotensi mengurangi interaksi fisik di antara mereka.
Meskipun permainan modern menawarkan daya tarik visual yang tinggi, elemen sosial yang terdapat dalam permainan tradisional sering kali tidak dapat ditemukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: