Waktu Layar Berlebihan Berisiko untuk Kesehatan Jantung Anak di Indonesia
Penggunaan perangkat digital seperti tablet, smartphone, dan TV telah menjadi bagian sehari-hari anak-anak di Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa waktu layar yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kesehatan jantung di masa depan.
Sebuah penelitian yang dirilis oleh Times of India menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara durasi waktu layar yang berlebihan dan penanda risiko penyakit kardiovaskular pada anak-anak.
Anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas sedenter, seperti menonton TV atau bermain gadget, cenderung mengalami peningkatan massa lemak tubuh.
Peningkatan ini tercatat sekitar 0,08 standar deviasi pada anak berusia 10 tahun dan meningkat menjadi 0,13 standar deviasi pada usia 18 tahun.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
David Horner, M.D., Ph.D. dari Universitas Kopenhagen, menyatakan bahwa 'membatasi waktu layar diskresioner pada masa kanak-kanak dan remaja dapat melindungi kesehatan jantung dan metabolisme dalam jangka panjang.'
Kebiasaan menghabiskan waktu di depan layar pada masa kecil dapat menjadi awal dari masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Salah satu mekanisme yang menyebabkan dampak negatif dari waktu layar adalah peningkatan perilaku sedenter, yang mengarah pada berkurangnya aktivitas fisik.
Orang tua memiliki peran krusial dalam mengubah kebiasaan waktu layar anak. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan menetapkan aturan durasi layar yang jelas.
Orang tua juga disarankan untuk menjadi teladan bagi anak dengan mengurangi waktu penggunaan perangkat digital mereka sendiri.
Menciptakan zona bebas gadget di tempat-tempat seperti meja makan dan kamar tidur serta menjadwalkan aktivitas fisik setiap hari dapat membantu menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan gaya hidup sehat.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: