Tradisi Kuliner Ramadhan: Keberagaman Hidangan dari Berbagai Negara
Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia, dan tradisi kuliner selama bulan ini menjadi salah satu hal yang menonjol.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Berbagai negara memiliki resep unik dan cara tersendiri dalam menyajikan hidangan untuk buka puasa dan sahur, mencerminkan kekayaan budaya masing-masing.
Di Indonesia, kolak menjadi salah satu hidangan pembuka yang paling populer saat berbuka puasa, terbuat dari pisang atau ubi, santan, dan gula merah.
Sementara itu, di Timur Tengah, hidangan seperti dates dan air menjadi makanan pembuka yang umum, dikenal dengan istilah iftar, yang mengikuti tradisi Nabi Muhammad.
Negara-negara Asia Selatan seperti India juga memiliki hidangan khas, seperti samosa, yang sering disajikan untuk berbuka puasa, menciptakan rasa kebersamaan di antara keluarga dan teman.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Setiap negara menyuguhkan menu utama yang unik untuk sahur dan berbuka puasa. Di Turki, hidangan kebab menjadi pilihan yang digemari karena kaya akan rasa dan protein.
Di Malaysia, nasi lemak menjadi simbol kuliner tradisional yang sering dijumpai saat berbuka puasa, disertai dengan lauk pelengkap seperti rendang dan sambal.
Di Eropa, hidangan seperti risotto di Italia sering disajikan di meja makan, melambangkan adaptasi budaya kuliner yang beraneka ragam selama bulan suci.
Minuman seperti teh manis menjadi favorit di banyak negara Arab untuk menyegarkan diri setelah seharian berpuasa, disajikan bersamaan dengan kue kering seperti baklava.
Di Indonesia, teh atau es buah juga menjadi pilihan populer saat berbuka, menambah kesegaran setelah menahan lapar dan dahaga.
Hidangan penutup lain seperti es campur di Malaysia atau pudding di Yordania juga menjadi pilihan untuk menyudahi berbuka puasa dengan manis yang menggugah selera.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: