Kolak, hidangan manis yang terbuat dari bahan dasar seperti pisang dan ubi, menjadi favorit berbuka puasa di bulan Ramadan. Makanan ini dikenal karena rasanya yang lezat serta kandungan gizi yang baik.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Sejak kapan kolak mulai dianggap sebagai makanan ikonik saat berbuka? Berbagai cerita dan sejarah melatarbelakangi kehadiran kuliner tradisional ini selama bulan suci.
Sejarah dan Asal Usul Kolak
Kolak memiliki akar sejarah yang kaya di Indonesia, dengan banyak versi yang menceritakan asal-usulnya. Konon, makanan ini berasal dari tradisi masyarakat Jawa yang telah ada semenjak zaman kerajaan, sebagai sajian dalam upacara ritual.
Dalam literatur kuliner, kolak juga erat kaitannya dengan pengaruh budaya Hindu dan Islam yang masuk ke Nusantara. Seiring dengan hadirnya para pedagang dan pelancong dari berbagai daerah, variasi resep dan cara penyajiannya berkembang pesat.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kolak dalam Tradisi Berbuka Puasa
Selama bulan Ramadan, kolak menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja berbuka puasa di rumah-rumah Indonesia. Keberadaannya sering kali menciptakan momen berkumpul bersama keluarga.
Tradisi ini diperkuat dengan munculnya berbagai variasi kolak, seperti kolak pisang, kolak ubi, dan kolak ketan. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri yang lebih menambah keberagaman menu berbuka puasa.
Popularitas Kolak dalam Budaya Modern
Dengan banyaknya inovasi kuliner, kolak juga mengalami transformasi melalui berbagai modifikasi resep yang semakin menarik. Kreasi unik seperti kolak durian dan kolak mini semakin menambah daya tarik kuliner ini.
Kolak tidak hanya dipandang sebagai makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi salah satu oleh-oleh khas selama Ramadan. Penjual kolak kini dapat dengan mudah ditemui di berbagai sudut kota di Indonesia, mencerminkan popularitas yang terus meningkat.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: