Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 23:48 WIB

Sejarah dan Tradisi Menarik Seputar Perayaan Hari Valentine

Author

Sejarah dan Tradisi Menarik Seputar Perayaan Hari Valentine

Hari Valentine yang dirayakan setiap 14 Februari memiliki sejarah panjang dan tradisi yang beragam. Momen ini menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk mengekspresikan kasih sayangnya dengan cara yang unik.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Pasangan di seluruh dunia merayakannya dengan berbagai cara, mulai dari memberikan bunga hingga makan malam romantis yang penuh makna.

Asal Usul Perayaan Hari Valentine

Hari Valentine memiliki akar yang sangat dalam, salah satu cerita yang paling dikenal yaitu tentang Santo Valentinus, seorang pendeta di Roma. Ia dihukum mati pada sekitar tahun 269 M karena menentang larangan pernikahan bagi prajurit Roma.

Dikatakan bahwa saat ditangkap, Santo Valentinus mengirimkan surat kepada teman wanitanya dari penjara dan menandatanganinya dengan 'dari kekasihmu'. Surat ini dianggap sebagai salah satu awal mula tradisi mengirimkan surat cinta.

Seiring waktu, peringatan hari Santo Valentinus ini mulai dihubungkan dengan ungkapan cinta. Pada abad ke-14, Hari Valentine mulai dirayakan di Eropa dengan berbagai upacara dan kegiatan.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Tradisi Perayaan di Seluruh Dunia

Di berbagai belahan dunia, cara merayakan Hari Valentine teramat bervariasi. Di Amerika Serikat, pasangan saling memberikan bunga dan cokelat, serta merayakan dengan makan malam romantis.

Sementara di Jepang, ada tradisi unik di mana wanita memberikan cokelat kepada pria pada tanggal 14 Februari, dan sebulan kemudian pria membalas dengan memberikan hadiah pada 'White Day'.

Di Indonesia, meski Hari Valentine bukan tradisi asli, banyak pasangan muda yang mulai mengambil bagian. Mereka biasanya merayakan dengan memberikan hadiah kecil atau menghabiskan waktu bersama di kafe atau restoran.

Perubahan Makna dan Kontroversi Perayaan

Makna Hari Valentine berubah seiring perkembangan zaman. Banyak yang mulai menganggapnya sebagai komersialisasi cinta, di mana berbagai barang dijual dengan harga tinggi untuk merayakan hari ini.

Di kalangan tertentu, ada yang menolak perayaan ini, dengan alasan bahwa Hari Valentine tidak sesuai dengan budaya lokal dan dapat mengganggu nilai-nilai keromantisan sejati.

Meski demikian, banyak orang tetap berpendapat bahwa cinta perlu dirayakan, dan baik buruknya aspek komersial, hari ini tetap menjadi momen penuh ungkapan cinta yang tulus.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU