Senin, 26 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Kenaikan Drastis Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek Melolo di Indonesia

Author

Kenaikan Drastis Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek Melolo di Indonesia

Aplikasi drama pendek Melolo mengalami lonjakan pengunduhan yang sangat signifikan di Indonesia, mencetak hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya. Ini menunjukkan pergeseran nyata dalam preferensi konsumen, berpindah dari aplikasi mainstream seperti WhatsApp dan TikTok.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Laporan terbaru dari Sensor Tower mengungkapkan bahwa pengunduhan aplikasi drama pendek di Indonesia meningkat 329 persen pada tahun 2025. Sementara itu, aplikasi seperti WhatsApp mengalami penurunan cukup tajam, dengan pengunduhan menurun sebesar 24 persen.

Tren Pengunduhan Aplikasi Drama Pendek

Laporan tahunan dari Sensor Tower menunjukkan adanya pertumbuhan luar biasa dalam pengunduhan aplikasi drama pendek di seluruh dunia, dengan kenaikan sebesar 278 persen. Di Indonesia, angka tersebut bahkan lebih mencolok, mencapai 329 persen dalam periode yang sama.

Melolo kini menjadi pemimpin pasar di kategori aplikasi drama pendek, melampaui pesaing seperti Dramabox dan Dramawave. Fenomena ini menunjukkan minat yang besar di kalangan pengguna smartphone terhadap konten video singkat.

Dalam tiga bulan terakhir tahun 2025, aplikasi streaming video di Indonesia juga mencatat total pengunduhan sebesar 109 juta kali. Kenaikan signifikan ini menandai peran aplikasi drama pendek sebagai pendorong utama semakin populernya aplikasi streaming di Tanah Air.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Penurunan Aplikasi Populer

Di tengah kebangkitan aplikasi drama pendek, aplikasi populer seperti WhatsApp dan TikTok justru menunjukkan tren sebaliknya. WhatsApp mengalami penurunan pengunduhan hingga 24 persen, sedangkan TikTok mencatat penurunan sebesar 9 persen.

Tindakan pengguna yang lebih memilih konten yang sesuai dengan hiburan mereka terlihat jelas dalam data ini. Sensor Tower mencatat bahwa berkurangnya waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi besar menjadi salah satu faktor utama dalam perubahan ini.

Perubahan ini membuat aplikasi drama pendek tidak hanya bersaing dengan aplikasi video, tetapi juga dengan aplikasi komunikasi yang sebelumnya dominan dengan basis pengguna yang luas.

Dampak Global dan Lokal

Secara global, ada kenaikan 39 persen dalam pengunduhan aplikasi streaming video sepanjang tahun 2025, bersamaan dengan peningkatan pendapatan sebesar 18 persen. Namun, perubahan preferensi konsumen terlihat lebih kuat di Indonesia, di mana lebih banyak pengguna memilih aplikasi drama pendek.

Waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi video streaming secara keseluruhan meningkat sebesar 8 persen, tetapi di Indonesia, angka tersebut mencapai 45 persen. Peningkatan ini bertolak belakang dengan tren penurunan pada platform lain.

Kondisi ini menggambarkan bagaimana para pengguna di Indonesia semakin beralih menuju konten yang lebih ringkas dan menghibur, berpotensi membentuk arah baru dalam industri hiburan dan aplikasi digital di masa yang akan datang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU