Menabung seharusnya menjadi langkah awal menuju kebebasan finansial, tetapi banyak orang merasa kesulitan untuk melakukannya.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Faktor-faktor tertentu, seperti tingginya kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup yang konsumtif, membuat aktivitas menabung semakin berat.
Tingginya Kebutuhan Sehari-hari
Kebutuhan hidup yang semakin tinggi menjadi salah satu alasan utama banyak orang merasa kesulitan untuk menabung. Biaya sewa rumah, makanan, dan transportasi terus meningkat, sehingga apa yang biasanya dianggap cukup kini terasa kurang.
Menurut data BPS, inflasi yang terus terjadi membuat daya beli masyarakat berkurang. Hal ini mendorong orang-orang untuk lebih banyak menghabiskan uang daripada menyimpannya.
Apalagi bagi mereka yang masih memiliki utang, seperti KTA atau kartu kredit, beban pembayaran akan semakin besar. Akibatnya, uang yang seharusnya bisa ditabung terpaksa digunakan untuk membayar cicilan.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Gaya Hidup yang Konsumtif
Gaya hidup yang konsumtif juga menjadi salah satu penghalang dalam menabung. Banyak orang merasa harus mengikuti tren terbaru, seperti mode, gadget, atau bahkan makanan, yang bisa menyedot anggaran bulanan.
Di era media sosial, banyak orang terpengaruh untuk berbelanja lebih banyak hanya untuk menunjang estetika online mereka. Hal ini mengakibatkan pendapatan yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi gaya hidup, tanpa ada sisa untuk ditabung.
Sikap impulsif saat berbelanja juga menjadi masalah. Tanpa perencanaan yang baik, banyak yang akhirnya menghabiskan uang lebih banyak dari yang direncanakan.
Kurangnya Pengetahuan Tentang Keuangan
Banyak orang masih kurang memahami pentingnya perencanaan keuangan. Tidak hanya menabung, tetapi juga mengatur pengeluaran dan investasi adalah hal penting yang perlu diketahui.
Sewaktu-waktu, orang merasa tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam menempatkan uangnya dengan bijak. Alhasil, uang yang seharusnya bisa disimpan justru dihabiskan untuk hal-hal yang tidak perlu.
Dengan meningkatkan literasi keuangan, diharapkan orang bisa lebih bijak dalam mengatur keuangannya. Menemukan cara menabung yang sesuai dengan kondisi juga bisa memotivasi seseorang untuk mulai menabung.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: