Film 'Pangku': Kisah Perjuangan Perempuan di Kedai Kopi Pantura
Film 'Pangku' karya debut Reza Rahadian sebagai sutradara menyoroti sisi kehidupan perempuan di kedai kopi Pantura.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Karya ini menunjukkan transisi Reza dari aktor pemenang Piala Citra ke dunia penyutradaraan film panjang.
Film 'Pangku' dimulai dengan kisah Sartika, yang hamil dan memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya demi memberikan kehidupan yang lebih baik untuk calon anaknya.
Perjalanan Sartika ke Pantura dipenuhi dengan risiko, namun harapannya untuk masa depan tetap menyala.
Sesampainya di Pantura, Sartika bertemu Bu Maya, pemilik kedai kopi yang membantu merawatnya saat menjelang persalinan.
Namun, ada agenda tersembunyi di balik perhatian baik Bu Maya, yang mengubah nasib Sartika setelah melahirkan.
Di tengah kesulitan, Sartika bertemu Hadi, sopir truk pengangkut ikan yang perlahan-lahan menumbuhkan rasa cinta di hatinya.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Hubungan mereka menjadi oase di tengah derita, meski harus menghadapi berbagai tantangan dari keputusan yang mereka ambil.
Film ini menyoroti tema pengorbanan dalam cinta, mencerminkan realitas pahit yang dihadapi banyak orang.
Setiap langkah yang diambil oleh Sartika dan Hadi menunjukkan kompleksitas cinta, dalam situasi yang sulit.
Film 'Pangku' dibintangi oleh sejumlah nama terkenal, termasuk Claresta Taufan sebagai Sartika dan Fedi Nuril sebagai Hadi.
Christine Hakim juga berperan sebagai Bu Maya, menghadirkan karakter yang mendalam dan kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: