Huawei Mate XT Ultimate menjadi pilihan baru bagi pecinta teknologi dengan harga sekitar Rp52.999.000 di Indonesia. Dengan desain lipat tiga yang inovatif, perangkat ini menawarkan fleksibilitas layar yang menarik, dari kompak hingga ukuran tablet.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Dikenalkan pertama kali di China pada September 2024, ponsel ini resmi diluncurkan di Indonesia pada April 2025. Dengan fitur-fitur canggih, Huawei Mate XT Ultimate berusaha untuk memenuhi kebutuhan pengguna di segmen ponsel premium.
Desain dan Kelebihan Fungsional
Huawei Mate XT Ultimate diperkenalkan kepada publik pada bulan September 2024 dan mulai memasuki pasar internasional pada 2025. Desain tri-fold yang dimiliki ponsel ini memberikan kemampuan untuk menyesuaikan ukuran layar dari 6,4 inci saat terlipat hingga 10,2 inci saat dibuka sepenuhnya.
Dengan ukurannya yang dapat diubah, pengguna dapat menikmati beragam pengalaman, mulai dari berkomunikasi hingga melakukan pekerjaan dengan lebih efektif. Ini memberikan ponsel ini keunggulan dalam kategori perangkat multifungsi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Spesifikasi Layar dan Kamera
Huawei Mate XT Ultimate dilengkapi dengan panel layar menggunakan teknologi LTPO OLED, yang memungkinkan tampilan visual yang jernih. Layar ini memiliki rasio 16:11, membuatnya ideal untuk menonton video maupun bekerja.
Sistem kamera pada perangkat ini juga tidak kalah menarik, dengan tiga kamera belakang, yang terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera periscope telephoto 12 MP. Kombinasi ini menjanjikan kualitas foto yang sangat baik dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Daya Tahan dan Sistem Operasi
Perangkat ini ditenagai oleh baterai berkapasitas 5.600 mAh, memungkinkan penggunaan yang lebih lama tanpa sering mengisi daya. Selain itu, Huawei Mate XT Ultimate mendukung pengisian cepat melalui kabel 66W dan wireless 50W.
Dalam hal sistem operasi, ponsel ini menjalankan HarmonyOS 4.2 yang dirancang khusus untuk mendukung layar besar, meski tanpa dukungan Google Mobile Services. Pengguna dapat mengakses aplikasi melalui AppGallery, yang menawarkan alternatif untuk aplikasi yang biasanya tersedia di platform Google.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: