Jensen Huang, CEO Nvidia, menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang kerja bergaji tinggi di berbagai sektor industri. Tidak hanya terbatas pada teknologi tinggi, tetapi juga merambah ke bidang keterampilan teknis dan konstruksi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Huang mengingatkan bahwa meskipun banyak posisi menawarkan gaji di atas US$ 100.000, kurangnya keterampilan di pasar tenaga kerja menjadi tantangan yang harus dihadapi. Ia percaya bahwa karir baru akan muncul seiring meningkatnya permintaan terhadap pekerjaan tersebut.
Peluang Kerja dalam Sektor Keterampilan Teknis
Huang menjelaskan bahwa perkembangan AI memerlukan tidak hanya pekerjaan yang berkaitan dengan perangkat lunak, tetapi juga pekerjaan berbasis keterampilan langsung. Pekerjaan seperti tukang ledeng, teknisi listrik, dan pekerja konstruksi diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan.
Laporan dari McKinsey menunjukkan bahwa antara tahun 2023 dan 2030, diperlukan tambahan 130.000 teknisi listrik terlatih di Amerika Serikat. Selain itu, kebutuhan akan 240.000 pekerja konstruksi dan 150.000 pengawas konstruksi juga semakin mendesak.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut bukan hanya vital, tetapi juga menawarkan gaji yang menarik, terutama di tengah kekurangan tenaga kerja terampil yang semakin nyata.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Gaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana
Huang menegaskan bahwa banyak pekerjaan dalam sektor ini menawarkan gaji di atas US$ 100.000 meskipun tanpa gelar sarjana. Ini memberikan kesempatan yang lebih besar bagi individu dengan keterampilan praktis dan pengalaman kerja.
Peluang tersebut memberi harapan bagi banyak orang dari latar belakang non-akademik yang sering kali terpinggirkan di dunia kerja yang berorientasi teknologi. Huang berpendapat bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan penghasilan yang baik tanpa perlu gelar Ph.D.
Kondisi ini menciptakan populasi siap kerja yang beragam, memungkinkan banyak orang untuk sukses di berbagai bidang yang tidak koheren dengan pendidikan tinggi.
Optimisme Huang tentang Masa Depan Pekerjaan
Optimisme Huang tentang perkembangan AI bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia menyampaikan keyakinan serupa bahwa AI akan menciptakan jalur karir baru yang lebih bermanfaat, dengan pernyataan 'Segmen kerajinan terampil dari setiap ekonomi akan mengalami ledakan'.
Pernyataan ini mencerminkan keyakinannya bahwa dengan meningkatnya penerapan AI, industri akan tetap membutuhkan tenaga kerja terampil yang mampu beradaptasi. Hal ini menciptakan peluang emas bagi mereka yang bersedia belajar dan berubah.
Di tengah perubahan cepat dunia kerja, Huang menekankan pentingnya kesiapan untuk beradaptasi dengan teknologi baru, yang akan menjadi kunci bagi mereka yang ingin sukses di pasar tenaga kerja yang evolutif.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: