Pengguna Amerika Serikat Mulai Jauhi ChatGPT, Pilih Alternatif Lain
Masyarakat di Amerika Serikat menunjukkan tren signifikan dengan menghapus aplikasi ChatGPT dari perangkat mereka. Lonjakan ini terjadi setelah pengumuman kerjasama antara OpenAI dan Departemen Pertahanan AS yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Data Sensor Tower mencatat penghapusan ChatGPT meningkat hampir empat kali lipat, sementara pengguna beralih ke aplikasi alternatif seperti Claude, buatan Anthropic. Ini menandakan pergeseran preferensi pengguna yang semakin kritis terhadap penggunaan teknologi dalam konteks militer.
Data menunjukkan bahwa jumlah penghapusan aplikasi ChatGPT melonjak hingga 295 persen pada 28 Februari 2026. Angka ini sangat kontras dengan rata-rata penghapusan sebelumnya yang hanya 9 persen dalam sebulan.
Lonjakan ini sejalan dengan pengumuman kerjasama antara OpenAI dan Departemen Pertahanan AS. Banyak pengguna yang merasa khawatir tentang kolaborasi antara teknologi dan militer, yang memicu reaksi ini.
Menurut laporan, aplikasi alternatif, Claude, juga mengalami peningkatan unduhan yang cukup signifikan. Pada hari Jumat, unduhan Claude meningkat 37 persen, dan melonjak hingga 51 persen pada hari Sabtu.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Anthropic, pengembang Claude, menegaskan komitmen mereka untuk tidak mematuhi permintaan Pentagon terkait penggunaan model AI mereka. Kebijakan ini melarang penggunaan Claude untuk tujuan pemantauan warga AS.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan, "Kami tidak bisa secara nurani mengizinkan Departemen Pertahanan AS menggunakan model AI mereka tanpa pembatasan." Pernyataan ini mencerminkan sikap etis perusahaan terkait penggunaan teknologi.
Penolakan ini menunjukkan preferensi kuat di antara pengguna di AS untuk aplikasi yang tidak terhubung dengan kebijakan militer, menciptakan peluang bagi pengembang lain yang berbasis pada etika.
Tren penurunan unduhan ChatGPT tidak dapat diabaikan, dengan angka turun 13 persen pada hari Sabtu setelah sebelumnya meningkat 14 persen. Ini mencerminkan pergeseran perhatian pengguna terhadap keamanan aplikasi yang mereka gunakan.
Claude kini berhasil menduduki posisi teratas di App Store setelah sebelumnya tidak terlihat di 20 besar. Ini mempertanyakan arah industri teknologi dan keputusan pengguna akan aplikasi yang lebih etis.
Dengan meningkatnya kesadaran akan penggunaan AI dalam konteks militer, para pengembang dituntut untuk menjelaskan dengan jelas tujuan dan dampak dari produk mereka kepada masyarakat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: