Moya: Robot Humanoid Canggih yang Meniru Manusia dengan Presisi Tinggi
Moya, robot humanoid inovatif asal China, telah menjadi terobosan terbaru dalam dunia robotika dengan kemampuan meniru gerakan manusia secara akurat. Dengan peluncurannya, Moya diproyeksikan untuk menggantikan peran penting di sektor perawatan dan pendidikan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Dibanderol dengan harga sekitar Rp133 juta, robot ini menawarkan fitur unik seperti suhu tubuh yang mirip manusia dan akurasi postur berjalan hingga 92 persen. Kehadirannya menjadi tantangan baru bagi masyarakat dalam beradaptasi dengan kecerdasan buatan berbentuk fisik.
Moya dirancang oleh perusahaan DroidUp dan diluncurkan di Shanghai, dengan tampilan yang meniru aspek fisik dan emosional manusia. Dalam laporan oleh South China Morning Post, Moya dikenal sebagai embodied artificial intelligence, sistem cerdas yang mampu berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik.
Robot ini memiliki kemampuan untuk menjaga kontak mata, mengangguk, dan menampilkan ekspresi wajah mikro. Desainnya sangat mempertimbangkan fenomena 'Uncanny Valley', yang menciptakan ketidaknyamanan saat melihat makhluk artifisial yang terlalu mirip manusia namun tidak sempurna.
Moya memiliki tinggi 1,65 meter dan berat 32 kilogram, dengan suhu tubuh yang dirancang antara 32 hingga 36 derajat Celsius. Fitur ini menciptakan rasa aman saat berinteraksi secara fisik, terutama di sektor layanan kesehatan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Akurasi postur berjalan yang mencapai 92 persen menunjukkan bahwa DroidUp fokus pada stabilitas dan gerakan yang natural. Hal ini penting agar Moya dapat beroperasi dengan baik tanpa menimbulkan ketakutan bagi pengguna.
Desain modular dari Moya memungkinkan penyesuaian estetika, sehingga tampilan bisa disesuaikan dengan preferensi budaya atau kebutuhan spesifik dari berbagai instansi.
Diciptakan sebagai asisten di sektor kesehatan, pendidikan, dan lingkungan komersial, Moya ditargetkan untuk diluncurkan akhir 2026. Dengan harga 1,2 juta Yen Jepang atau sekitar Rp133.200.000, Moya dianggap kompetitif dibandingkan biaya operasional jangka panjang di sektor jasa.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah penerimaan publik. Media sosial di China mencerminkan pro dan kontra; sebagian orang takjub dengan kemajuan teknologi, sementara yang lain merasa tidak nyaman dengan kehadiran makhluk logam menyerupai manusia.
Kehadiran Moya menjadi ujian sejauh mana manusia bersedia berinteraksi dengan kecerdasan buatan berpenampilan fisik manusia. Dengan penekanan pada empati artifisial, DroidUp menilai masa depan robotika yang lebih nyaman dan mendalam.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: