Prediksi Elon Musk: China Siap Mendominasi Dunia AI
Elon Musk mengungkapkan potensi China untuk mengungguli negara lain dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemampuan energi dan chipset domestik akan menjadi kunci kesuksesan mereka.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Dalam sebuah podcast, Musk menyatakan bahwa jika tren ini terus berlanjut, China akan meninggalkan Amerika Serikat dalam perlombaan AI global, berkat infrastruktur kelistrikan yang superior.
Musk menegaskan bahwa kapasitas pembangkitan listrik China dapat mencapai tiga kali lipat dari yang dimiliki Amerika Serikat pada tahun 2026. Hal ini memberi China keunggulan dalam menyediakan daya bagi pusat data AI yang haus energi.
Dia mencatat bahwa banyak proyek AI di AS terhambat oleh keterbatasan pasokan listrik, yang menjadi tantangan utama bagi pengembangan teknologi ini.
Zhou Mi, peneliti senior dari Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, juga mendukung klaim Musk dengan menunjukkan bahwa infrastruktur energi di China berkontribusi pada pertumbuhan kapasitas komputasi.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Ketegangan dalam pengembangan teknologi tinggi antara AS dan China semakin tajam, terutama terkait dengan akses semikonduktor yang penting untuk pengembangan AI. AS berusaha membatasi perdagangan dalam teknologi canggih akibat khawatir China akan semakin maju.
Namun, Musk berpendapat bahwa langkah ini kemungkinan tidak akan berdampak signifikan dalam jangka panjang. Ia berkeyakinan bahwa 'China akan menemukan solusi soal chip tersebut' dan inovasi domestik akan terus berkembang.
Sebuah studi dari Morgan Stanley mencatat bahwa ketergantungan China pada GPU AI meningkat dari di bawah 10 persen pada tahun 2020 menjadi 34 persen pada tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai 82 persen pada tahun 2027.
China memiliki tujuan ambisius untuk mencapai ketahanan pasokan teknologi inti AI pada tahun 2027. Rencana ini menekankan pentingnya integrasi AI ke dalam berbagai sektor, terutama dalam industri manufaktur.
Dengan meningkatkan inovasi teknologi, China bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan AI dan memperkuat industri terkait.
Pengembangan chip domestik tercatat sebagai bagian vital dari strategi jangka panjang untuk memastikan akses yang lebih baik terhadap teknologi yang dibutuhkan untuk kemampuan AI.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: