Apple Luncurkan iOS 26.2: Pentingnya Pembaruan untuk Keamanan Pengguna
Apple baru saja merilis iOS 26.2 dan mengimbau semua pengguna iPhone untuk segera memperbarui perangkat mereka. Pembaruan ini penting karena tidak hanya membawa fitur baru, tetapi juga menanggulangi 26 celah keamanan yang berpotensi membahayakan.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Dalam pembaruan terbaru ini, dua kerentanan kritis telah diperbaiki, termasuk celah yang telah dimanfaatkan dalam serangan berbahaya. Pengguna disarankan untuk segera melakukan pembaruan guna melindungi perangkat mereka.
Apple mengonfirmasi bahwa dua celah WebKit yang diperbaiki dalam iOS 26.2 telah dieksploitasi oleh penyerang, terutama terhadap individu yang menggunakan versi iOS yang lebih lama. Kerentanan ini tercatat sebagai CVE-2025-43529 dan CVE-2025-14174.
CVE-2025-14174 diketahui memungkinkan eksekusi kode arbitrer melalui interaksi dengan konten web berbahaya. Perbaikan ini merupakan respons terhadap laporan adanya eksploitasi aktif yang dapat membahayakan pengguna.
Dengan adanya pembaruan ini, pengguna diharapkan untuk tidak menunda-nunda dalam memperbarui perangkat mereka agar terhindar dari risiko yang lebih besar.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Perbaikan lain yang penting dalam iOS 26.2 mencakup kerentanan pada level kernel. Salah satunya adalah CVE-2025-46285, yang dapat memberikan akses root kepada penyerang ke perangkat iPhone.
Javad Malik, penasihat CISO di KnowBe4, menegaskan bahwa akses root memberikan kontrol penuh atas perangkat kepada penyerang. Hal ini memungkinkan mereka untuk mencuri data pribadi dan bahkan membajak sesi perbankan online.
Malik menyarankan pengguna untuk melakukan pembaruan melalui Pengaturan iPhone agar tidak terjebak dalam tautan atau pop-up mencurigakan yang dapat merugikan.
Peluncuran iOS 26.2 juga berkaitan dengan ancaman spyware yang semakin meningkat, menargetkan perangkat Apple di lebih dari 80 negara. Masyarakat yang paling terpengaruh termasuk jurnalis dan aktivis yang rentan terhadap pelanggaran privasi.
Spyware ini memiliki kemampuan untuk memantau hampir seluruh aktivitas pengguna, termasuk komunikasi yang dilakukan melalui aplikasi terenkripsi. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi Apple dan pengguna.
Apple sebelumnya menunggu perilisan iOS 26.2 hingga fitur ‘Peningkatan Keamanan Latar Belakang’ aktif diperkenalkan di iOS 26.1, dan terus mendorong pengguna untuk menjaga perangkat mereka dalam kondisi terbaru.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: