Transformasi Industri Manufaktur Melalui Kecerdasan Buatan dan Robot Humanoid
CEO Xiaomi, Lei Jun, memprediksi bahwa kecerdasan buatan dan robot humanoid akan mengubah industri manufaktur secara signifikan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Dalam wawancara dengan Beijing Daily, ia menekankan bahwa AI bukan sekadar alat pendukung, tetapi penggerak utama transformasi industri.
Lei Jun menjelaskan bahwa pabrik mobil listrik Xiaomi telah menjadi contoh awal transformasi industri ini melalui penggunaan sistem otomatisasi baru.
Sistem inspeksi komponen mobil yang sebelumnya dilakukan secara manual kini telah diganti dengan teknologi X-ray yang dipadukan dengan AI vision.
Proses ini tidak hanya meningkatkan kecepatan, tetapi juga akurasi, mampu mengurangi kemungkinan kesalahan.
Inovasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pabrik dan menjadi penanda untuk kebangkitan pasar industri baru yang menjanjikan.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Menurut Lei, transformasi industri ini tidak dapat dicapai hanya oleh Xiaomi sendiri.
Dia berharap adanya kemitraan lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kemajuan teknologi AI.
Kolaborasi dengan berbagai perusahaan dan sektor diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi ini di masa depan.
"Kami membutuhkan kolaborasi untuk menjadikan inovasi ini menjadi kenyataan," ungkap Lei.
Lei Jun memprediksi dalam lima tahun ke depan, Xiaomi akan mengimplementasikan robot humanoid secara masif di lini produksi mereka.
Robot ini diharapkan dapat mengambil alih tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia, sehingga buruh dapat lebih fokus pada aspek yang memerlukan kreativitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: