Satelit NISAR Resmi Mengorbit, Siap Kumpulkan Data Ilmiah
Satelit radar pengamatan bumi terbaru dari NASA, NISAR (NASA–ISRO Synthetic Aperture Radar), telah resmi mengorbit dan siap memasuki fase pengumpulan data ilmiah bulan ini.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Diluncurkan pada Juli lalu, NISAR merupakan kolaborasi strategis antara NASA dan ISRO India, serta menjadi platform radar SAR dual-band paling ambisius dalam pengamatan bumi.
Citra-citra awal yang dirilis oleh NASA menunjukkan kemampuan NISAR untuk merekam detail dengan akurasi tinggi. Visualisasi wilayah Mount Desert Island di Maine memperlihatkan kontur penutup lahan secara jelas, serta membedakan hutan dari lahan terbuka dan permukiman.
Hal serupa terlihat pada citra North Dakota, di mana pola plot pertanian, sungai, dan hutan dapat diidentifikasi bahkan untuk unit penggunaan lahan yang relatif kecil. Secara geospasial, hal ini menandai peningkatan signifikan dalam klasifikasi penutup lahan dan deteksi perubahan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
NISAR memiliki dua radar utama sebagai instrumen kunci. L-band dari NASA, yang bekerja pada panjang gelombang 24 cm, mampu menembus kanopi hutan, mengukur kelembapan tanah, dan mendeteksi gerakan permukaan hingga fraksi inci.
Kemampuan ini membuat pengawasan proses tektonik dan vulkanik dapat dilakukan dengan presisi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan platform satelit sebelumnya. Di sisi lain, S-band dari ISRO beroperasi pada panjang gelombang 10 cm dan sensitif terhadap vegetasi kecil, memantau agrikultur dan ekosistem padang rumput dengan efektif.
Antenna reflektor berdiameter 12 meter memberikan jangkauan swath 242 km, sehingga NISAR cocok untuk pemetaan area luas dalam satu lintasan orbit. Satelit ini berada pada orbit polar sun-synchronous di ketinggian 747 km dengan siklus ulang 12 hari.
NASA menargetkan L-band beroperasi selama minimal tiga tahun, sedangkan ISRO menetapkan lima tahun untuk S-band. Untuk meningkatkan akurasi geospasial, Australian Antarctic Division juga sedang memasang corner reflector di beberapa lokasi di Antarktika dan pulau-pulau sekitarnya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: