urbanvibe.id – Bitcoin, aset digital yang dikenal terdesentralisasi, ternyata memiliki konsentrasi kepemilikan yang signifikan. Hanya kurang dari 4% populasi dunia yang memiliki Bitcoin, sementara sebagian besar kepemilikan terkonsentrasi pada beberapa individu dan entitas besar.
Konsentrasi kepemilikan Bitcoin dapat memicu volatilitas besar di pasar cryptocurrency. Pergerakan signifikan dari ‘whales’, yaitu pemilik besar, dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tajam dan kepanikan di kalangan investor kecil.
Sebuah penelitian oleh Paxful mengungkapkan bahwa kepemilikan yang terpusat ini berisiko merusak prinsip dasar Bitcoin, yakni desentralisasi. Dengan 1.000 alamat Bitcoin teratas yang menguasai lebih dari 3 juta BTC, representasi kepemilikan yang tidak merata ini patut dicermati.
Di antara pemilik terbesar Bitcoin, nama Satoshi Nakamoto mendominasi dengan diperkirakan memiliki sekitar 1,1 juta BTC yang hingga kini belum pernah digunakan. Kembar Winklevoss juga masuk dalam daftar ini dengan kepemilikan 70.000 BTC, bersama dengan investor ternama Tim Draper dan Michael Saylor.
Di luar individu, perusahaan publik seperti Strategy Inc. dan Tesla turut memperkuat posisi kepemilikan Bitcoin mereka. Strategy Inc. saat ini tercatat sebagai pemegang institusional terbesar dengan 592.345 BTC per Juni 2025.
Beberapa negara pun tidak ketinggalan berinvestasi dalam Bitcoin, dengan Amerika Serikat memegang 207.189 BTC sebagai hasil penyitaan hukum. Negara-negara seperti China dan El Salvador juga mengakumulasi total kepemilikan yang signifikan, mencapai lebih dari 471.000 BTC.
Peluncuran ETF Bitcoin spot di AS pada Januari 2024 menandai peningkatan pengelolaan Bitcoin oleh institusi besar yang kini memegang lebih dari 1,25 juta BTC. Contoh paling penting adalah iShares Bitcoin Trust yang dikelola oleh BlackRock, mencerminkan pergeseran power dari kepemilikan individu menuju institusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: