Mario Aji Minta Maaf Usai Kecelakaan di GP Thailand
Pembalap Indonesia Mario Aji meminta maaf setelah gagal finis di Grand Prix Thailand yang diadakan di Chang International Circuit, Buriram. Aji mengalami kecelakaan di lap kedua yang mengakhiri partisipasinya dalam balapan tersebut.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Setelah insiden tersebut, Aji bertekad untuk fokus pada balapan berikutnya dan tidak menyerah dalam perjuangannya di arena Moto2.
Mario Aji, yang tergabung dalam Idemitsu Honda Team Asia, memulai balapan dari posisi kesembilan. Sayangnya, setelah dua lap, Aji mengalami kecelakaan yang membuatnya harus keluar dari lintasan.
Aturan baru yang diterapkan oleh FIA menyatakan bahwa pembalap yang jatuh tidak diizinkan untuk menyalakan kembali mesin di area lintasan. Ini menambah kesulitan bagi Aji setelah insidennya di balapan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Sebagai bentuk tanggung jawab, Aji menyampaikan permohonan maafnya melalui akun Instagram. Ia menulis, "Saat ini tidak ada ‘seandainya’ atau ‘apa mungkin’. Ini sudah terjadi semua…Saya berterima kasih dan meminta maaf kepada tim."
Pernyataan tersebut menunjukkan rasa syukurnya kepada tim yang selalu mendukungnya meskipun hasil di GP Thailand tidak memuaskan.
Setelah hasil buruk di Thailand, Aji bertekad untuk mempersiapkan diri lebih baik menjelang balapan berikutnya. Ia dijadwalkan berkompetisi di Moto2 seri kedua di Sirkuit Internasional Autodromo, Brasilia, pada 20 hingga 22 Maret mendatang.
Mario Aji berharap untuk memberikan performa yang lebih baik di Brasil dan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diterima, "Terima kasih atas dukungan minggu ini untuk kami berdua! Ingin segera memulai di Brasil."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: