Rombongan Pembalap MotoGP Tiba di Lombok Menjelang Balapan Mandalika 2025
Rombongan pembalap MotoGP, termasuk Francesco Bagnaia, tiba di Lombok pada 29 September 2025 menjelang ajang MotoGP Mandalika 2025.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Kedatangan mereka disambut hangat oleh siswa-siswi SD Negeri Ngolang Pujut setelah melalui tiga penerbangan charter dari Jepang.
Rombongan yang tiba terdiri dari 843 personel, meliputi pembalap, kru tim, dan perwakilan dari Dorna Sports. Kedatangan ini diatur dengan jalur khusus di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid untuk memastikan proses kedatangan yang lancar.
Pesawat pertama dengan nomor penerbangan GA 7300 mendarat pada pukul 17:45 WITA, diikuti oleh pesawat GA 7340 pada pukul 18:15 WITA, sementara pesawat terakhir yaitu GA 7320 tiba pada pukul 20:15 WITA. Semua penerbangan dilaksanakan dengan menggunakan dukungan penuh demi keamanan dan kelancaran.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Francesco Bagnaia dari Ducati menjadi sorotan utama di antara para pembalap yang hadir. Bersamanya, Marco Bezzecchi juga terdaftar dalam rombongan, menunjukkan kekuatan tim yang bersaing di MotoGP.
Luigi Dall'Igna, General Manager Ducati Corse, turut hadir, menekankan komitmen tim Ducati dalam persiapan menjelang balapan yang dianggap sangat penting ini.
Kehadiran Julia Marquez, ayah dari kakak beradik Marc dan Alex Marquez, menambahkan dimensi emosional menjelang balapan MotoGP Mandalika. Marc Marquez baru saja meraih gelar juara dunia ke tujuh di Motegi, Jepang, dan kini berharap untuk menghimpun kemenangan pertama di Mandalika.
MotoGP Mandalika 2025 dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 5 Oktober, dan menjadi salah satu dari sekian banyak ajang penting bagi para pembalap di musim ini, menanti penampilan terbaik mereka.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: