Peluncuran Skutik GPX DZ2: Desain Menarik dan Fitur Modern untuk Pengendara Perkotaan
Produsen motor asal Thailand, GPX, baru saja meluncurkan skutik terbaru mereka, GPX DZ2, diklaim memiliki desain yang lebih menarik dibandingkan kompetitornya di segmen 150 cc.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Model ini menawarkan berbagai fitur modern dengan harga terjangkau, ditujukan untuk pengguna perkotaan yang memerlukan kendaraan harian yang praktis dan efisien.
GPX DZ2 hadir dengan desain modern yang mengusung konsep 'Hyper-Trex', dengan garis bodi tajam dan proporsi ringkas, membuatnya mudah dikendalikan di perkotaan.
Sistem pencahayaan full LED menghiasi motor ini, termasuk lampu depan proyektor yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas.
Dengan bobot hanya 130 kg, DZ2 menjadi pilihan ideal bagi pengendara baru serta pengguna harian yang membutuhkan kendaraan ringan dan lincah.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
DZ2 dilengkapi dengan mesin HYPER-i berkapasitas 149,6 cc, dengan respons throttle yang baik, terutama pada putaran awal hingga menengah.
Motor ini dirancang agar mudah dan menyenangkan untuk dikendarai, menjadikannya pilihan yang menarik di pasar skutik.
Dari segi keselamatan, GPX DZ2 memiliki rem cakram depan berukuran 260 mm dan belakang 220 mm, serta dilengkapi fitur ABS dan kontrol traksi.
Motor ini menyuguhkan layar TFT 6 inci penuh warna yang dapat terhubung ke smartphone via Bluetooth, serta aplikasi Carbit Ride untuk fungsi Mirror Screen.
Dilengkapi juga dengan port pengisian ganda USB-A dan USB-C, serta Smart Key tahan air dan debu dengan standar IP67.
Di pasar Thailand, GPX DZ2 dijual dengan harga 73.500 baht (sekitar Rp 37,9 juta), menawarkan empat pilihan warna dan garansi mesin selama 3 tahun atau 30.000 km.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: