Pikap Impor Mahindra: Siap Hadapi Berbagai Jenis Bahan Bakar di Indonesia
PT Agrinas Pangan Nusantara telah memastikan bahwa pikap impor dari India dirancang untuk dapat beroperasi dengan berbagai jenis bahan bakar, termasuk Bio Solar berkualitas rendah.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan bahwa spesifikasi mesin menjadi faktor utama dalam pengadaan kendaraan ini.
Pikap Mahindra Scorpio menggunakan mesin diesel 2.2 liter mHawk yang memiliki tenaga maksimum hingga 140 tenaga kuda dan torsi 320 Nm. Transmisi manual 6-percepatan juga menjadi keunggulan dalam pengoperasian kendaraan ini.
Model pikap ini menawarkan pilihan penggerak 2WD dan 4WD, dilengkapi dengan fitur 4Low yang memungkinkan kendaraan melintasi medan berat dengan lebih mudah. Kemampuan ini menjadikannya pilihan yang menarik bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan tangguh di berbagai kondisi jalan.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Salah satu fitur yang paling menonjol dari pikap ini adalah kapasitas angkut yang mencapai 1,2 ton dan kemampuan tarik maksimum hingga 2,5 ton, memberikan kelebihan dalam daya angkut dan fungsionalitas.
Keunggulan lain dari pikap ini adalah sistem double filter yang meningkatkan kinerja kendaraan, bahkan saat menggunakan bahan bakar berkualitas rendah. Hal ini sangat strategis, mengingat kondisi kualitas bahan bakar yang bervariasi di berbagai wilayah Indonesia.
Joao Mota menggarisbawahi betapa pentingnya sistem filtrasi ganda dalam menjaga performa mesin, khususnya ketika beroperasi dengan Bio Solar CN 48. Inovasi ini menjadi pertimbangan penting untuk pengguna yang terpaksa menggunakan bahan bakar dengan kualitas kurang optimal.
Dalam kerjasama dengan Mahindra, PT Agrinas Pangan Nusantara berencana untuk membangun bengkel dan diler yang tentunya akan mendukung layanan purna jual. Selain itu, ada rencana untuk mendirikan pabrik di Indonesia pada tahun 2027 atau 2028.
Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong Tata Motors untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia pada tahun 2029. Komitmen Agrinas dalam memperkuat industri otomotif lokal menunjukkan usaha untuk meningkatkan kemandirian dalam penyediaan kendaraan niaga.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: