Risiko Kesehatan dari Kebiasaan Makan Berat Saat Berbuka Puasa
Kebiasaan makan berat segera setelah adzan Maghrib bukanlah pilihan yang tepat untuk kesehatan. Mengabaikan waktu jeda antara adzan dan waktu makan dapat membawa berbagai dampak negatif bagi sistem pencernaan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Bagi umat Muslim, adzan Maghrib menandakan saat berbuka puasa, tetapi terburu-buru saat makan dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama gangguan pencernaan yang merugikan.
Adzan Maghrib adalah waktu yang sangat penting bagi umat Muslim, menandakan berbukanya puasa setelah seharian berpuasa. Namun, memasuki waktu ini dan langsung melahap makanan tanpa memberi jeda bisa berisiko.
Ketika tubuh berpuasa, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah berjam-jam tidak mendapat makanan. Mengabaikan jeda singkat ini bisa menimbulkan gangguan pencernaan seperti kembung dan nyeri lambung.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Studi dari Universitas Gadjah Mada mengungkapkan kebiasaan makan yang tergesa-gesa saat berbuka dapat meningkatkan risiko penyakit gastrointestinal. Kebiasaan ini bukan hanya berisiko bagi kesehatan perut, tetapi juga dapat merangsang rasa lapar yang berlebihan.
Akibatnya, seseorang dapat mengalami overeating, yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Mengabaikan sinyal tubuh yang seharusnya mengambil jeda dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Sebaiknya, setelah adzan tiba, tunggu beberapa saat sebelum melahap hidangan berat. Memulai berbuka dengan segelas air dan beberapa biji kurma dapat mempersiapkan sistem pencernaan untuk makanan yang lebih berat.
Langkah ini tidak hanya baik untuk kesehatan pencernaan tetapi juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Menghormati waktu jeda ini berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: