BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 20:20 WIB

Faktor Ilmiah di Balik Sulitnya Melihat Hilal

Faktor Ilmiah di Balik Sulitnya Melihat HilalFaktor Ilmiah di Balik Sulitnya Melihat Hilal

Hilal, atau bulan sabit yang menandakan awal bulan Hijriyah, sering menjadi topik perdebatan di antara masyarakat. Meski terlihat cantik, melihat hilal tidak selalu mudah dan ada berbagai faktor ilmiah yang mempengaruhi visibilitasnya.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Kebingungan sering muncul tentang mengapa hilal sulit terlihat pada waktu-waktu tertentu. Artikel ini menguraikan penyebab latar belakang yang mempengaruhi pengamatan hilal sesuai dengan penjelasan ilmiah.

Pengertian Hilal

Hilal adalah wajah bulan sabit yang muncul setelah fase bulan baru. Dalam kalender Hijriyah, hilal menandakan pergantian bulan, yang memiliki makna penting bagi umat Islam.

Sinyal hilal terlihat ketika bulan berada cukup jauh dari posisi matahari. Pada saat itu, cahaya matahari mulai menyinari permukaan bulan yang menghadap ke Bumi, menciptakan bentuk sabit yang khas.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Visibilitas Hilal

Salah satu faktor kunci dalam pengamatan hilal adalah posisi bulan yang harus berada di atas horizon. Ketika bulan terlalu dekat dengan matahari, cahaya yang dipancarkan terkadang menyulitkan pengamat untuk melihatnya.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kondisi atmosfer juga memiliki peran penting dalam visibilitas hilal. Polusi udara, awan, dan kelembapan bisa menghalangi pandangan sehingga bulan sabit menjadi tidak terlihat.

Momen waktu juga berpengaruh. Waktu terbaik untuk melihat hilal adalah sejak terbenamnya matahari hingga sekitar 30 menit setelahnya, ketika cahaya masih cukup untuk memudahkan pengamatan.

Teknik untuk Mengamati Hilal

Sejumlah teknik dan peralatan digunakan untuk meningkatkan kemungkinan melihat hilal. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah menggunakan teleskop untuk memperjelas pandangan.

Ilmuwan juga sering mengandalkan astronomi untuk menghitung posisi bulan pada waktu tertentu. Dengan data yang akurat, para operator di lapangan dapat melakukan pengamatan secara efektif.

Di era teknologi saat ini, banyak observatorium memanfaatkan perangkat digital untuk mendeteksi hilal secara langsung, memberikan hasil yang lebih akurat.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Faktor Ilmiah di Balik Sulitnya Melihat Hilal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!