Banyak individu mendapati diri mereka terbangun di tengah malam karena sesak nafas tanpa menyadari akar permasalahannya. Salah satu kemungkinan yang harus diperhatikan adalah sleep apnea, gangguan yang dapat secara signifikan menurunkan kualitas tidur.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Sleep apnea, yaitu henti nafas saat tidur, bisa mengganggu proses tidur serta berpengaruh pada kesehatan menyeluruh. Artikel ini akan menguraikan apa saja yang perlu Anda ketahui tentang sleep apnea, mulai dari definisi, gejala, hingga cara penanganannya.
Apa Itu Sleep Apnea?
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya pernapasan atau terputusnya napas selama tidur. Kejadian ini bisa berlangsung berkali-kali dalam semalam, menimbulkan gangguan pada kualitas tidur tanpa disadari oleh penderitanya.
Ada dua jenis sleep apnea yang umum, yaitu obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea. OSA terjadi ketika otot tenggorokan berelaksasi terlalu banyak saat tidur, sedangkan central sleep apnea disebabkan oleh masalah pada sistem saraf yang mengkoordinasikan pernapasan.
Meskipun dapat terjadi pada siapa saja, sleep apnea lebih sering dialami oleh pria yang memiliki kelebihan berat badan. Faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko termasuk usia lanjut, riwayat keluarga, serta kebiasaan merokok.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Gejala Sleep Apnea
Gejala paling umum dari sleep apnea adalah terbangun dengan sesak nafas, bahkan sering kali disertai suara keras. Penderitanya juga dapat merasa sangat lelah meskipun sudah cukup tidur.
Beberapa gejala lain yang bisa terjadi antara lain ngorok keras, sering terbangun di malam hari untuk buang air, dan kesulitan berkonsentrasi di siang hari. Gejala-gejala tersebut sering dianggap sepele, namun bisa memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.
Adalah penting untuk mengenali tanda-tanda tersebut dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat berujung pada komplikasi medis yang serius, termasuk hipertensi dan penyakit jantung.
Penanganan Sleep Apnea
Metode penanganan untuk sleep apnea bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi. Salah satu opsi umum adalah penerapan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), yang berfungsi menjaga saluran udara tetap terbuka selama tidur.
Selain itu, perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, dan menghindari alkohol dapat membantu memperbaiki gejala. Dalam kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan tindakan bedah untuk membenahi struktur saluran pernapasan.
Adalah krusial untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala jika mengalami gejala yang mengganggu tidur. Dengan intervensi yang tepat, seseorang dapat meningkatkan kualitas tidur sekaligus kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: