Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 23:35 WIB

Waspadai Dampak Gula Berlebih Saat Berbuka Puasa

Author

Waspadai Dampak Gula Berlebih Saat Berbuka Puasa

Buka puasa sering kali diisi dengan aneka hidangan manis, seperti minuman dan kue-kue klasik. Namun, penting untuk menyadari bahwa konsumsi gula berlebih saat berbuka dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Dr. Rina, seorang ahli gizi, memperingatkan tentang potensi dampak negatif pola makan tidak seimbang selama Ramadhan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai risiko yang mengintai kebiasaan konsumsi gula tinggi ini.

Gula dan Energi Instan

Saat berbuka, banyak yang memilih untuk langsung memiliki hidangan manis demi mendapatkan dorongan energi cepat. Sayangnya, meski gula bisa memberikan semangat sesaat, asupan yang berlebihan menjelang malam justru dapat mengakibatkan rasa lesu.

Dokter mengingatkan bahwa lonjakan gula darah setelah konsumsi makanan manis bisa menyebabkan energi yang cepat memudar dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak orang merasa lelah setelah berbuka meskipun sebelumnya telah menikmati hidangan manis.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan

Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya berdampak pada energi harian, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan obesitas. Penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa tren konsumsi gula yang meningkat menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan besar di masyarakat.

Selain itu, risiko kardiovaskular juga perlu diperhatikan. Kadar lemak dalam darah yang meningkat akibat asupan gula tinggi dapat memicu masalah jantung di masa depan.

Alternatif Sehat untuk Berbuka

Sebagai solusinya, sebaiknya pilih buah-buahan segar atau kurma saat berbuka. Buah mengandung gula alami yang tidak hanya lebih bermanfaat, tetapi juga kaya akan serat untuk membantu pencernaan.

Ahli gizi merekomendasikan untuk lebih memperhatikan asupan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, yang dapat memberikan energi lebih stabil. Dengan menjaga pola makan seimbang, kita bisa menjalani bulan Ramadhan dengan lebih sehat.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU