Daya ingat manusia dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu jangka pendek dan jangka panjang, yang memiliki peran penting dalam proses belajar. Mengetahui cara kerja dari masing-masing jenis ini dapat membantu kita lebih efektif dalam mengingat informasi.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Keduanya saling terkait, tetapi mekanismenya berbeda, sehingga mempengaruhi cara kita menyimpan dan mengambil informasi yang dipelajari.
Daya Ingat Jangka Pendek
Daya ingat jangka pendek, atau memori kerja, berfungsi untuk menyimpan informasi dalam waktu singkat. Biasanya informasi ini hanya bertahan selama beberapa detik hingga maksimal beberapa menit.
Contoh sederhana dari daya ingat jangka pendek adalah ketika seseorang menghafal nomor telepon yang baru saja didengar. Proses ini membutuhkan perhatian penuh untuk memastikan informasi tersebut dapat diingat meskipun hanya untuk waktu yang singkat.
Namun, daya ingat jangka pendek memiliki batasan kapasitas, yang menurut penelitian, mampu menyimpan sekitar tujuh item informasi sekaligus. Hal ini menyebabkan banyak orang kesulitan dalam mengingat informasi dalam jumlah besar.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Daya Ingat Jangka Panjang
Beralih ke daya ingat jangka panjang, informasi dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama, bahkan seumur hidup. Proses penyimpanan dalam memori jangka panjang terjadi melalui pengulangan dan pemrosesan mendalam.
Contoh umum adalah mengingat momen-momen penting, seperti ulang tahun atau peristiwa besar dalam hidup. Memori jangka panjang lebih stabil dan dapat diakses dengan lebih mudah, asalkan proses encoding dilakukan dengan benar.
Pengolahan informasi dalam daya ingat jangka panjang melalui beberapa tahap: akuisisi, penyimpanan, dan pengambilan. Seiring bertambahnya pengalaman, semakin kaya dan kompleks memori jangka panjang.
Faktor yang Mempengaruhi Daya Ingat
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi daya ingat, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk konsentrasi, emosi, dan latihan mental. Ketika seseorang terlibat secara emosional dengan informasi, kemungkinan untuk mengingatnya meningkat.
Latihan yang rutin seperti membaca, belajar, dan berdiskusi juga berkontribusi dalam meningkatkan daya ingat, yang sangat penting di dunia pembelajaran yang selalu berubah.
Terakhir, menjaga kesehatan fisik dan mental, termasuk cukup tidur, pola makan sehat, dan aktif bergerak, sangat membantu dalam kemampuan untuk menyimpan dan mengambil informasi.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: