Depresi pascapersalinan atau postpartum depression kini semakin mendapat perhatian di kalangan masyarakat. Meskipun demikian, masih ada anggapan bahwa kondisi ini adalah tabu untuk dibicarakan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Banyak ibu setelah melahirkan mengalami perasaan cemas, kesedihan, bahkan kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya mereka nikmati.
Apa Itu Depresi Pascapersalinan?
Depresi pascapersalinan adalah gangguan mental yang dapat terjadi setelah melahirkan, umumnya dalam beberapa minggu hingga bulan setelah persalinan.
Gejala dari kondisi ini bisa bervariasi, seperti perasaan sedih, kecemasan berlebihan, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau anak.
Data dari World Health Organization menunjukkan bahwa sekitar 10-15% ibu baru mengalami depresi pascapersalinan, tetapi angka ini mungkin lebih tinggi karena banyak yang tidak melaporkan atau mencari bantuan.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Stigma di Masyarakat
Di Indonesia, stigma terkait kesehatan mental, termasuk depresi pascapersalinan, masih cukup kuat. Banyak orang beranggapan bahwa emosi negatif adalah hal wajar bagi ibu setelah melahirkan, sehingga enggan meminta bantuan.
Kurangnya informasi dan pemahaman mengenai kondisi ini di kalangan masyarakat juga memperburuk situasi. Banyak yang percaya, seharusnya ibu merasa bahagia setelah melahirkan, padahal perasaan yang dialami ibu bisa sangat kompleks.
Imbasnya, ibu yang mengalami depresi sering merasa terisolasi dan tidak mendapat dukungan, yang dapat memperburuk keadaan mental mereka.
Kebutuhan akan Edukasi dan Dukungan Emosional
Penting bagi keluarga, teman, dan masyarakat luas untuk memahami bahwa depresi pascapersalinan adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Edukasi tentang tanda dan gejala kondisi ini sangat dibutuhkan agar semakin banyak ibu yang dapat didiagnosis dan diobati lebih awal.
Dukungan emosional dari orang-orang terdekat juga sangat penting. Memungkinkan ibu untuk berbicara tentang pengalaman mereka tanpa merasa dihakimi dapat sangat membantu dalam proses pemulihan.
Sekarang ini, banyak organisasi kesehatan yang menawarkan program pendukung serta bantuan untuk ibu baru dalam mengatasi depresi pascapersalinan.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: