Saat memilih camilan, banyak yang berusaha menemukan opsi yang lebih sehat. Namun, tidak semua makanan ringan yang terlihat menyehatkan benar-benar demikian, terutama yang tinggi garam.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Beberapa jenis camilan dapat mengejutkan dengan kadar garam yang sangat tinggi, meskipun dikemas dalam label yang menonjolkan manfaat kesehatan.
Mengenali Makanan Ringan Sehat yang Ternyata Tidak Sehat
Banyak orang beranggapan bahwa keripik sayuran adalah pilihan yang lebih cerdas dibandingkan keripik kentang biasa. Namun, banyak merek keripik sayuran menambahkan garam yang cukup banyak untuk meningkatkan rasa.
Label nutrisi sering kali tidak menunjukkan dengan jelas kadar garam. Misalnya, satu porsi keripik sayuran dapat mengandung garam lebih dari 200 mg, yang hampir setara dengan batas harian yang disarankan bagi sebagian orang.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Bar Energi dan Makanan Ringan Berbasis Kacang
Bar energi sering kali dipromosikan sebagai camilan sehat karena mengandung bahan alami. Meski begitu, beberapa produk juga mengandung garam ekstra untuk meningkatkan rasa, menjadikannya kurang sehat dari yang dipikirkan banyak orang.
Camilan berbasis kacang, meskipun kaya protein, sering kali mengandung campuran garam yang tinggi. Berat jenis garam dalam produk ini dapat mencapai lebih dari 300 mg per porsi.
Tips Memilih Camilan yang Lebih Sehat
Untuk memilih camilan yang lebih sehat, penting untuk membaca label nutrisi dengan teliti. Pastikan untuk memeriksa kandungan garam dan pilih produk yang mengandung 140 mg atau kurang per porsi.
Selain itu, pertimbangkan untuk membuat sendiri camilan di rumah. Ini memberi kontrol penuh atas bahan yang digunakan dan memungkinkan Anda menghindari tambahan garam yang tidak perlu.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: