Kasus penyakit jantung kini tidak hanya menjadi masalah bagi orang tua, tetapi juga semakin banyak dialami oleh orang muda di Indonesia. Tren ini terjadi akibat kebiasaan hidup tidak sehat yang sering dianggap sepele oleh masyarakat.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Dr. Simon Salim, SpPD-KKV, dari Brawijaya Hospital, menyebutkan bahwa pola hidup sedentari, seperti terlalu banyak duduk, berkontribusi meningkatkan risiko penyakit jantung pada usia muda.
Faktor Penyebab Peningkatan Penyakit Jantung
Dr. Simon menjelaskan bahwa gaya hidup sedentari, yang ditandai dengan kurangnya gerakan dan waktu duduk yang berlebihan, berperan signifikan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung. Jika seseorang duduk lebih dari delapan jam sehari dan jumlah langkah harian kurang dari 10 ribu, dampak kesehatan bisa berbahaya.
Kebiasaan lain yang turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung pada individu muda adalah konsumsi alkohol dan merokok. Melakukan kedua kebiasaan ini secara rutin dapat memperburuk kondisi kesehatan jantung.
Seringkali, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ini dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang, terutama pada populasi muda. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko tersebut.
Rekomendasi untuk Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Dr. Simon menekankan pentingnya meningkatkan jumlah langkah harian untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Dia merekomendasikan langkah-langkah sederhana untuk menambah aktivitas fisik, seperti turun satu stasiun lebih awal saat menggunakan transportasi umum.
Bagi para pengguna kendaraan pribadi, dia menyarankan agar parkir di tempat yang lebih jauh dari lift untuk secara otomatis meningkatkan frekuensi berjalan kaki. Dengan kebiasaan kecil ini, diharapkan individu muda dapat lebih aktif secara fisik.
Kesehatan jantung yang baik sangat penting dalam mendukung kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang. Adopsi langkah-langkah kecil ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi serius.
Kesadaran dan Pendidikan Kesehatan
Pendidikan tentang kesehatan jantung di kalangan generasi muda juga sangat penting. Kesadaran akan risiko penyakit jantung dan cara pencegahannya harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan agar generasi muda lebih siap menghadapi risiko tersebut.
Dr. Simon menekankan bahwa semakin banyak informasi yang dimiliki oleh generasi muda, semakin besar peluang mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif. Pengetahuan ini harus disampaikan melalui berbagai sistem pendidikan, mulai dari keluarga hingga lembaga pendidikan.
Meningkatkan kesadaran tentang kesehatan jantung diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan jumlah kasus penyakit jantung di usia muda secara signifikan.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: