Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, dapat muncul secara tiba-tiba dan memicu kebingungan di kalangan masyarakat. Memahami faktor penyebabnya menjadi penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Dokter dan ahli kesehatan menjelaskan bahwa hipertensi sering kali berkaitan dengan berbagai faktor, baik fisik maupun emosional. Pelajari lebih lanjut untuk mengetahui cara mencegahnya.
Faktor Fisiologis yang Mempengaruhi Tekanan Darah
Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, tubuh berupaya mempertahankan tekanan darah dengan meningkatkan volume darah.
Cuaca panas juga bisa mempengaruhi tekanan darah. Dalam suhu tinggi, pembuluh darah bisa melebar, dan jika tubuh gagal menyesuaikan, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan.
Diet yang mengandung tinggi garam juga berkontribusi terhadap hipertensi. Kelebihan natrium dalam makanan akan membuat tubuh menahan air, yang berujung pada peningkatan volume darah.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Stres dan Emosi
Stres merupakan faktor penting yang sering diabaikan. Ketika menghadapi stres, tubuh memproduksi hormon seperti adrenalin yang dapat mengakibatkan peningkatan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah.
Reaksi emosional seperti kemarahan dan kecemasan juga dapat memicu lonjakan tekanan darah. Dr. Andi, seorang ahli kesehatan, menjelaskan, "Kondisi emosional seperti kemarahan atau kecemasan dapat membuat tekanan darah melonjak dalam waktu singkat."
Mengelola stres dengan olahraga atau teknik relaksasi sangat dianjurkan untuk menstabilkan kondisi tekanan darah.
Faktor Kesehatan Lainnya
Beberapa kondisi kesehatan, seperti diabetes atau sleep apnea, diketahui dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah. Pengidap diabetes sering kali mengalami masalah pada pembuluh darah yang dapat memicu hipertensi.
Obat-obatan tertentu, termasuk pil KB dan antiinflamasi, juga bisa ikut berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Hal ini penting untuk dibicarakan dengan dokter saat memulai terapi obat baru.
Sebagai tambahan, kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Mengurangi atau menghentikan konsumsi keduanya dapat membawa efek positif.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: