Hustle culture semakin menggila di kalangan generasi yang sekarang, membuat banyak orang merasa terjebak dalam rutinitas yang melelahkan. Tekanan untuk selalu produktif bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Banyak yang merasakan stres dan kelelahan berlebihan, bahkan berujung pada masalah kesehatan serius. Namun, ada cara untuk lepas dari jebakan ini dan kembali menikmati kehidupan.
Apa Itu Hustle Culture?
Hustle culture adalah fenomena di mana produktivitas menjadi prioritas utama dalam hidup. Banyak orang lebih fokus pada pekerjaan dibandingkan kehidupan pribadi dan kebahagiaan.
Berdasarkan penelitian, kesuksesan sering kali dianggap ditentukan oleh seberapa keras seseorang bekerja, bukan oleh kualitas hidup yang dijalani. Hal ini menciptakan tekanan besar dan membuat individu merasa harus berusaha tanpa henti.
Dampak Negatif Hustle Culture
Tekanan untuk selalu produktif dapat menyebabkan stres berkepanjangan yang berimbas pada kesehatan mental. Survei menunjukkan hampir 70% pekerja merasa kewalahan dan mengalami burnout akibat budaya kerja ini.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Gejala yang muncul bervariasi, mulai dari kelelahan fisik hingga gangguan kecemasan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengarah pada masalah kesehatan mental yang serius seperti depresi.
Kesehatan fisik juga terpengaruh oleh hustle culture, dengan banyak yang mengalami masalah tidur, tekanan darah tinggi, dan gangguan pencernaan. Semua ini adalah tanda bahwa mengejar kesuksesan secara keliru dapat merusak hidup.
Cara Melepaskan Diri dari Hustle Culture
Penting untuk meredefinisi apa itu 'sukses' bagi diri sendiri. Sukses tidak hanya berarti bekerja keras, tetapi juga menemukan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan.
Mengalokasikan waktu untuk diri sendiri juga langkah krusial. Cobalah untuk bersantai, berolahraga, atau melakukan hobi yang disukai untuk menjaga kesehatan mental.
Bergabung dengan komunitas yang mendukung kesehatan mental bisa sangat bermanfaat. Berbagi pengalaman dengan orang lain yang merasakan hal yang sama memungkinkan kita untuk mendapatkan perspektif baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: