Body shaming adalah masalah serius yang sering kali dianggap remeh dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terlihat sepele, dampaknya pada kepercayaan diri seseorang bisa sangat menghancurkan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Banyak orang yang tidak sadar bahwa candaan mereka bisa mengakibatkan luka yang dalam bagi orang lain. Penting untuk memahami efek dari kata-kata yang kita ucapkan.
Memahami Body Shaming
Body shaming mengacu pada komentar atau tindakan negatif terkait bentuk dan ukuran tubuh seseorang. Fenomena ini dapat terjadi di berbagai lingkungan, dari keluarga hingga media sosial.
Berdasarkan penelitian yang ada, body shaming tidak hanya memengaruhi fisik semata tetapi juga kesehatan mental individu. Banyak orang yang mengalami body shaming berisiko tinggi terhadap kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan makan.
Pola pikir masyarakat yang mengedepankan standar tubuh ideal dapat menciptakan stigma terhadap individu yang dianggap tidak memenuhi kriteria tersebut. Hal ini memperkuat budaya yang kurang sehat di masyarakat.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dampak Psikologis dari Body Shaming
Salah satu efek paling mencolok dari body shaming adalah penurunan rasa percaya diri. Individu yang sering menjadi sasaran body shaming cenderung merasa malu dan menghindari interaksi sosial.
Dari sudut pandang psikologi, seperti yang diungkapkan oleh seorang ahli, "Kata-kata membawa dampak lebih dari yang kita bayangkan. Seorang remaja yang sering dijadikan bahan ejekan bisa berkembang menjadi individu yang tidak percaya diri."
Dampak ini tidak hanya berlangsung sesaat tetapi juga dapat berlanjut hingga dewasa. Rasa cemas dan kurang percaya diri bisa mempengaruhi berbagai keputusan hidup individu.
Menghadapi dan Mencegah Body Shaming
Mengetahui cara untuk menghadapi body shaming adalah langkah penting ketika kita atau orang terdekat mengalami hal ini. Memberikan dukungan dengan afirmasi positif dapat menjadi awal yang baik.
Kampanye kesadaran mengenai body shaming sangat krusial untuk dilakukan. Masyarakat perlu dibangun kepeduliannya terhadap dampak kata-kata mereka terhadap orang lain.
Seperti yang dikatakan oleh seorang aktivis, "Kita perlu menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif. Menghormati tubuh semua orang akan membangun rasa saling menghargai. Kita tidak berhak untuk menilai orang hanya dari penampilan fisik mereka."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: