Lontong balap, makanan khas Surabaya, bukan sekadar hidangan, tetapi telah menjadi bagian integral dari budaya kota ini. Dengan cita rasa yang menyegarkan dan bumbu yang pas, lontong balap menarik perhatian banyak orang baik di dalam maupun luar kota.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Hidangan ini bukan hanya tentang rasa, tetapi juga melibatkan tradisi yang mempererat tali persaudaraan. Masyarakat seringkali menikmati lontong balap dalam suasana santai bersama orang-orang terdekat.
Asal Usul Lontong Balap
Lontong balap pertama kali dikenal di Surabaya dan sudah menjadi salah satu hidangan populer sejak dulu. Sejarah menyebutkan bahwa nama 'balap' diambil dari kecepatan penyajian hidangan ini yang mirip dengan balapan.
Pada umumnya, lontong balap disajikan dengan sejumlah pelengkap seperti tahu, tempe, dan kecambah. Tiap daerah di Surabaya memiliki ciri khas penyajian yang membuat setiap tempat unik.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Bahan Utama dan Cara Membuat
Bahan utama dalam lontong balap terdiri dari lontong, tauge, tahu, tempe, dan bumbu kacang yang khas. Untuk menghasilkan lontong yang berkualitas, nasi harus dipadatkan dan dikukus dengan benar.
Setelah lontong siap, biasanya ditambahkan tauge rebus, tahu, dan tempe goreng hingga kecokelatan. Kemudian, bumbu kacang yang telah diblender halus disiramkan ke atasnya.
Ritual Makan Lontong Balap
Makan lontong balap bukan sekadar soal rasa, tetapi juga merupakan ritual sosial yang menyatukan orang-orang. Hidangan ini lebih sering dinikmati dalam suasana santai dengan keluarga atau teman.
Beberapa tempat legendaris di Surabaya menyediakan lontong balap yang terkenal dengan rasa dan kesegarannya, seperti di kawasan Kembang Jepun. Mencicipi lontong balap di sana menjadi salah satu pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: