Tekanan darah rendah, atau hipotensi, mungkin tidak banyak dibicarakan, tetapi bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan sekitar kita. Bagi beberapa orang, gejala seperti pusing dan kelelahan bisa muncul, sehingga penting mengenali ciri-cirinya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Tekanan darah dikategorikan rendah ketika angkanya berada di bawah 90/60 mmHg. Meskipun beberapa individu merasa baik-baik saja, tidak jarang kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan.
Apa itu Tekanan Darah Rendah?
Tekanan darah rendah terjadi ketika angka tekanan darah kita berada di bawah 90/60 mmHg. Meskipun beberapa orang merasa baik-baik saja dengan tekanan darah rendah, tidak jarang ini menimbulkan beberapa gejala yang kurang nyaman.
Beberapa penyebab hipotensi meliputi dehidrasi, kurangnya asupan makanan, atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Memahami penyebab dan gejala dapat membantu seseorang mengenali kondisi ini sejak dini.
Ciri-Ciri dan Gejala Hipotensi
Gejala umum dari tekanan darah rendah yang perlu diperhatikan termasuk pusing atau merasa ringan kepala, terutama saat berdiri tiba-tiba. Gejala ini muncul karena aliran darah ke otak berkurang saat kita bergerak.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Orang yang mengalami tekanan darah rendah juga mungkin merasa lelah atau lemah, dan kadang-kadang disertai dengan mual. Jika seseorang mengeluhkan gejala ini, sebaiknya mereka berkonsultasi ke dokter.
Keringat berlebih dan kulit yang dingin juga bisa menjadi tanda adanya masalah tekanan darah. Sangat penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda ini, karena bisa jadi pertanda bahwa tubuh sedang dalam keadaan stress.
Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah
Untuk mengatasi tekanan darah rendah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menaikkan asupan cairan. Minum air yang cukup dan menambahkan garam sedikit demi sedikit bisa membantu meningkatkan tekanan darah.
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti sayuran hijau dan buah-buahan, juga bisa membantu menjaga stabilitas tekanan darah. Sebaiknya hindari berdiri atau bergerak terlalu cepat untuk mengurangi risiko pusing.
Jika gejala berlangsung terus-menerus, penting untuk konsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang lebih serius atau memerlukan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: