BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 23 JANUARI 2026 • 20:35 WIB

Tantangan Berat Hino Motors di 2025: Persaingan Ketat dengan Truk Impor China

Tantangan Berat Hino Motors di 2025: Persaingan Ketat dengan Truk Impor ChinaTantangan Berat Hino Motors di 2025: Persaingan Ketat dengan Truk Impor China

Tahun 2025 diprediksi menjadi tantangan besar bagi Hino Motors di Indonesia akibat meningkatnya tekanan dari truk impor asal China. Penurunan signifikan dalam produksi juga menjadi efek langsung dari persaingan yang kian ketat di pasar kendaraan komersial.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia, Harianto Sariyan, menyebutkan kapasitas produksi pabrik di Purwakarta saat ini hanya terpakai di kisaran 35 hingga 45 persen. Proyeksi menunjukkan bahwa sisa kapasitas tersebut bisa turun hingga 25 persen di tahun-tahun mendatang.

Dampak Serbuan Truk Impor

Hino Motors merasakan dampak nyata dari meningkatnya jumlah truk impor yang datang dari China. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa produksi Hino pada tahun 2025 diproyeksikan akan turun sebesar 22,6 persen menjadi 18.450 unit.

Tren ini terlihat jelas ketika jumlah wholesales Hino pada tahun 2024 mencapai 24.158 unit, namun diprediksi akan mengalami penurunan signifikan pada tahun mendatang. Hal ini mencerminkan adanya pengurangan permintaan serta daya saing produk Hino di pasar Indonesia.

Harianto menyampaikan, "2025 tahun paling suram buat kami, sisa sekitar 25 persen. Karena tahun lalu banyak truk China masuk," diungkapkannya dalam sebuah sesi wawancara di pabrik pada 21 Januari 2026.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Investasi Hino di Indonesia

Hino telah mengeluarkan investasi besar untuk membangun pabrik di Indonesia yang memiliki luas area 296.000 m² dan bangunan lebih dari 169.000 m². Total investasi mencapai US$112,5 juta atau setara dengan Rp1,9 triliun.

Pabrik ini tidak hanya memproduksi truk namun juga bus, serta didukung oleh 1.548 tenaga kerja. Hino mengklaim memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertinggi untuk kendaraan komersial, menandakan komitmen mereka dalam mendukung industri otomotif nasional.

Harianto menjelaskan, "Kami sudah memiliki sertifikasi TKDN untuk 31 kendaraan niaga (bus dan truk) dengan persentase 44,35 persen hingga 57,26 persen," menekankan upaya perusahaan dalam memenuhi standar nasional.

Dampak terhadap Sektor Karoseri Lokal

Dampak dari serbuan truk impor tidak hanya dirasakan oleh Hino, tetapi juga sektor karoseri lokal yang mengalami kesulitan. Kendaraan impor ini biasanya dikirim dalam kondisi siap pakai, berbeda dengan produk lokal yang masih memerlukan proses tambahan dari produsen karoseri.

Harianto menggarisbawahi tantangan yang ada dengan menyatakan, "Asosiasi karoseri sangat berat, karena kalau dari kami itu keluarnya (produk) lari ke karoseri. Kalau truk China itu (sudah termasuk) bodi jadu tinggal pakai."

Akibatnya, banyak tenaga kerja di sektor karoseri yang terancam kehilangan pekerjaan, karena adanya penurunan permintaan terhadap produk kendaraan niaga buatan lokal.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Berat Hino Motors di 2025: Persaingan Ketat dengan Truk Impor China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!