Pengaruh Makanan Manis terhadap Suasana Hati dan Kesehatan Emosi
Makanan manis tak jarang dipandang sebagai penyemangat saat suasana hati sedang buruk. Namun, konsumsi gula berlebihan bisa membawa dampak yang sebaliknya bagi emosi kita.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana gula memengaruhi psikologi dan kesehatan, serta cara bijak mengonsumsinya untuk menjaga kebahagiaan.
Saat kita menikmati makanan manis, otak kita merespons dengan memproduksi dopamin, hormon yang berhubungan dengan rasa bahagia. Rasa senang ini sering muncul setelah mengonsumsi cokelat atau kue.
Namun, perasaan bahagia yang ditimbulkan ini hanya bersifat sementara. Setelah puncak kebahagiaan, kita seringkali mengalami penurunan mood saat efek gula memudar.
Dr. Sarah Alverson, seorang ahli gizi, menjelaskan, "Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat, tetapi diikuti dengan penurunan yang tajam, membuat mood kita berfluktuasi."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dalam jangka pendek, makanan manis memang dapat memberikan perasaan bahagia secara instan. Namun, jika tidak diatur, konsumsi gula berlebihan dapat mengarah pada berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes dan depresi.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi makanan manis dalam jumlah tinggi cenderung menghadapi gejala depresi yang serius. Ini karena ketidakstabilan kadar gula darah berdampak langsung pada suasana hati.
Sebagai contoh, orang yang mengonsumsi banyak gula dapat mengalami perubahan mood yang ekstrem; hari ini merasa bahagia, tetapi esok hari bisa merasakan kebalikan dari itu.
Untuk menjaga agar mood tetap seimbang, penting bagi kita untuk mengelola konsumsi gula dengan bijak. Memilih makanan manis dari sumber alami, seperti buah, dapat menjadi alternatif yang lebih sehat.
Kandungan serat pada buah-buahan dapat membantu memperlambat proses pelepasan gula ke dalam aliran darah. Ini berperan penting dalam menghindari lonjakan dan penurunan energi secara tiba-tiba.
Dr. Alverson menyarankan, "Penting untuk seimbang dalam asupan. Makanan yang manis perlu dinikmati, tetapi dengan porsi yang seimbang dan tidak berlebihan."
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: