Otak dan Tidur: Mengapa Mereka Selalu Aktif
Saat tidur, banyak yang berpikir otak beristirahat sepenuhnya. Namun, otak sebenarnya tetap aktif menjalankan berbagai fungsi penting.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Kenyataan ini menjelaskan mengapa kualitas tidur berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang.
Selama tidur, otak menjalani beberapa fase, termasuk REM dan non-REM. Fase REM, yaitu ketika kita bermimpi, adalah saat otak paling aktif meskipun tubuh kita tampak tenang.
Penelitian menunjukkan bahwa pada fase ini, otak memproses informasi dan membuang limbah yang dihasilkan selama aktivitas saat bangun.
Hal ini berkontribusi pada memori dan pembelajaran, meskipun kita merasa beristirahat, otak terus bekerja untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kemampuan otak dalam berfungsi dengan baik. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan konsentrasi dan melemahnya ingatan.
Studi menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan. Tidur yang berkualitas diperlukan untuk mengembalikan keseimbangan kimiawi dalam otak.
Tidur yang baik juga membantu otak meregenerasi sel-sel baru yang penting untuk pemulihan emosional dan psikologis.
Mengatur pola tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan otak. Tentukan waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari, bahkan di akhir pekan.
Hindari penggunaan gadget sebelum tidur, karena blue light dari layar dapat mengganggu proses tidur.
Cobalah melakukan kegiatan relaksasi sebelum tidur untuk mempersiapkan otak. Nutrisi juga berperan penting dalam kesehatan otak, makan makanan yang kaya antioksidan dan omega-3 dapat mendukung fungsi otak yang optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: