Mengatasi Pikiran Berlebihan Saat Menyambut Tahun Baru
Tahun baru kerap kali menjadi waktu yang penuh refleksi bagi banyak orang, memunculkan momen merenung tentang pencapaian dan harapan dalam hidup.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Kondisi ini, meskipun tampak positif, sering kali mengarah pada overthinking yang bisa mengganggu, dengan penjelasan psikologis yang mendasarinya.
Setiap menjelang tahun baru, keinginan untuk menetapkan resolusi yang lebih baik menjadi semakin kuat. Namun, harapan dan target yang tinggi sering kali tidak sejalan dengan kenyataan, sehingga memicu kecemasan.
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai 'perbandingan sosial', di mana seseorang merasa perlu membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.
Ketika melihat kesuksesan teman-teman atau rekan kerja, perasaan tidak cukup bisa muncul, yang kemudian menambah beban pikiran dan mengarah pada overthinking.
Momen tahun baru juga berarti kesempatan untuk refleksi diri. Banyak orang mulai merenungkan apa yang sudah dicapai dan apa yang belum terlaksana.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Terlalu banyak memikirkan kegagalan dalam mencapai beberapa target dapat menciptakan siklus pikiran negatif yang sulit diputus.
Pikiran ini berpotensi membentuk keraguan diri dan ketidakpuasan, yang hanya memperparah masalah overthinking saat tahun baru.
Selain itu, komentar dan feedback yang tidak langsung dari lingkungan sekitar bisa semakin menambah beban pikiran.
Untuk menyikapi overthinking, penting untuk menetapkan resolusi yang realistis dan terukur. Alih-alih menargetkan banyak hal sekaligus, lebih baik fokus pada satu atau dua tujuan yang mungkin dicapai.
Praktik mindfulness juga sangat berguna, membantu seseorang tetap fokus pada momen saat ini dan tidak terjebak dalam pikiran yang berlebihan.
Diskusi dengan teman atau bergabung dalam kelompok dukungan menjadi alternatif positif untuk meredakan tekanan pikiran saat menjelang tahun baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: