Mengapa Diet Ketat Terkadang Tidak Membantu Menurunkan Berat Badan
Banyak orang berjuang dengan diet ketat namun tidak melihat hasil yang diinginkan. Berbagai faktor bisa mempengaruhi perjalanan penurunan berat badan, dari metabolisme ke kebiasaan sehari-hari.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Perjuangan ini sering kali sangat menyedihkan bagi mereka yang telah berusaha semaksimal mungkin tetapi tetap tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Metabolisme tubuh memiliki peran penting dalam proses penurunan berat badan. Jika seseorang mengurangi kalori secara drastis, metabolisme bisa melambat untuk menghemat energi.
Ketika tubuh beradaptasi dengan asupan kalori yang rendah, proses pembakaran lemak pun menjadi tidak efisien. Ini mengapa, setelah fase awal dari diet, penurunan berat badan sering kali melambat atau bahkan terhenti.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Stres bisa berpengaruh besar terhadap perjalanan diet. Ketika seseorang stres, hormon kortisol yang dikeluarkan dapat meningkatkan rasa lapar dan membuat seseorang lebih sulit untuk menahan godaan makanan.
Selain itu, kurang tidur juga berdampak pada regulasi hormon yang terkait dengan rasa lapar dan kenyang. Tidur yang tidak cukup dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi.
Walaupun sudah menjalani diet ketat, biasanya masih ada kebiasaan yang tidak disadari. Misalnya, ngemil di luar jam makan atau mengonsumsi minuman manis yang tinggi kalori tanpa menyadarinya.
Mencatat semua yang dimakan dan minum dalam sehari dapat membantu untuk mengidentifikasi kebiasaan buruk yang mempengaruhi hasil diet. Ini sangat penting untuk mencapai target penurunan berat badan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: