Manfaat Lari untuk Kesehatan Fisik dan Mental serta Penuaan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik, khususnya lari, dapat berkontribusi terhadap penuaan yang lebih lambat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Ahli kesehatan mengungkapkan manfaat luar biasa dari lari dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Lari secara rutin memiliki sejumlah manfaat fisik yang signifikan. Menurut Dr. Andi Setiawan, seorang ahli kesehatan olahraga, kegiatan ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung.
Selain itu, lari juga membantu menjaga berat badan yang sehat, mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan menunjukkan bahwa orang yang berlari secara teratur memiliki tingkat risiko lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak berlari.
Manfaat lainnya adalah peningkatan daya tahan tubuh. Dengan berlari, otot-otot tubuh mengalami pengembangan yang positif, membuat tubuh lebih mampu melawan infeksi dan penyakit.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Lari tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Olahraga ini dikenal sebagai penghasil endorfin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati.
Dr. Maya Hartono, psikolog kesehatan, menjelaskan bahwa aktivitas fisik seperti lari dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Menurutnya, 'Rutin berlari dapat menciptakan perasaan bahagia dan menurunkan tingkat stres secara signifikan.'
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang berlari memiliki tingkat kecemasan lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak. Ini disebabkan oleh kombinasi aktivitas fisik dan pelepasan hormon kebahagiaan.
Sebuah kajian jangka panjang menunjukkan bahwa orang yang aktif berlari dapat memiliki tanda-tanda penuaan yang lebih sedikit. Penelitian ini melibatkan pengukuran biomarker yang berkaitan dengan penuaan di antara pelari dan bukan pelari.
Ahli biologi sel, Profesor Joko Prabowo, menyoroti bahwa aktivitas fisik dapat memperlambat proses penuaan sel. Dalam penjelasannya, ia menyatakan, 'Mereka yang rutin berlari menunjukkan kerusakan DNA yang lebih sedikit, yang merupakan indikator penting dari penuaan.'
Oleh karena itu, lari bisa dijadikan pilihan proaktif untuk mempertahankan vitalitas seiring bertambahnya usia. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat jangka panjang dari lari tidak hanya terlihat pada fisik, tetapi juga pada faktor biologis yang lebih mendasar.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: