Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 14:32 WIB

Dampak Penggunaan AI dalam Kencan Online: Menjaga Keaslian Hubungan

Author

Dampak Penggunaan AI dalam Kencan Online: Menjaga Keaslian Hubungan

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kencan online semakin meluas, menawarkan banyak manfaat namun juga risiko. Banyak ahli mengingatkan pentingnya menjaga keaslian dalam komunikasi agar hubungan tetap tulus dan tidak kehilangan inti kemanusiaannya.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Laporan terbaru menekankan bahwa ketergantungan pada AI dapat menciptakan kesan yang tidak autentik dalam berinteraksi. Di tengah meningkatnya kompleksitas sosial di era digital, penting untuk memperhatikan detail komunikasi yang jujur dan nyata.

Tren Penggunaan AI dalam Kencan Online

Penggunaan AI dalam aplikasi kencan, termasuk ChatGPT, telah menjadi hal yang lumrah saat ini. Erika Ettin, seorang pelatih kencan asal New York, mengungkapkan bahwa hampir setengah dari kliennya melaporkan menggunakan AI untuk merangkai pesan.

Ettin menekankan bahwa meskipun AI membawa sejumlah keuntungan, tiba saatnya untuk menghindari ketergantungan pada teknologi ini. "AI jelas menghambat sisi autentik diri Anda. Itu bukan Anda, dan Anda tidak bisa membawa AI ke dalam kencan," ujarnya.

Ketergantungan yang berlebihan pada AI dapat menciptakan gap antara komunikasi virtual dan interaksi langsung. Kekecewaan sering kali menghinggapi ketika realitas tidak sesuai dengan ekspektasi yang dihadirkan oleh AI.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Risiko dalam Pesan yang Tidak Autentik

Shawntres Parks, Ph.D., seorang terapis seks dan pasangan, mengungkapkan bahwa meskipun AI bisa jadi bantuan bagi mereka yang kesulitan memahami isyarat sosial, kejujuran tetap penting. "Masalah muncul ketika pesan terasa tidak autentik atau terkesan menipu karena orang tersebut tidak benar-benar hadir sebagai dirinya sendiri," ungkapnya.

Banyak kliennya tertarik dengan pesan yang disusun AI tetapi merasa kecewa saat bertemu langsung. Kesenjangan ini menunjukkan pentingnya kejujuran dalam komunikasi, di mana niat asli dan keterhubungan memainkan peran esensial.

Keberadaan AI memang dapat membantu meringankan beban, namun melibatkan diri secara nyata dalam proses komunikasi adalah kunci untuk membangun koneksi yang kuat dan tulus.

Panduan Sehat untuk Menggunakan AI dalam Kencan

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah untuk menjaga hubungan tetap autentik saat menggunakan AI. Erika Ettin menyarankan agar pengguna terlebih dahulu menulis draf pesan sendiri sebelum meminta AI memberikan masukan. Hal ini bertujuan agar komunikasi tetap authentik.

Shawntres Parks juga menasihati agar pengguna menghindari pesan yang bersifat genit atau seksual karena AI masih terbatas dalam memahami nuansa romantis. "Komputer itu tidak seksi," ujarnya.

Leslie John, ilmuwan perilaku, merekomendasikan menggunakan AI untuk latihan percakapan sebagai langkah awal, bukan sebagai alat utama dalam menciptakan pesan. Ini membantu pengguna memahami pola komunikasi yang lebih baik tanpa ketergantungan pada teknologi.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU