Hari Kasih Sayang, yang dirayakan setiap 14 Februari, menjadi momen spesial untuk mengekspresikan cinta kepada pasangan dan orang terkasih. Asal usul dan tradisi di balik perayaan ini memiliki latar belakang yang mendalam dan beragam.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Asal Usul Hari Kasih Sayang
Menurut situs History, ada dua versi yang menjelaskan asal usul Hari Kasih Sayang. Versi pertama berkaitan dengan Festival Lupercalia, yang secara tradisional berlangsung pada tanggal 15 Februari dan menghormati dewa kesuburan.
Versi kedua berasal dari kisah St. Valentine, seorang pendeta yang menentang larangan pernikahan bagi pria muda di era Kaisar Claudius II. St. Valentine secara rahasia menikahkan pasangan muda hingga tertangkap dan dihukum mati pada 14 Februari 270 Masehi.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Makna dan Nilai di Balik 14 Februari
Perayaan Hari Kasih Sayang di hari kematian St. Valentine mengandung makna yang dalam. Banyak orang percaya bahwa kisah St. Valentine lebih mendominasi dan menjadi akar dari perayaan cinta ini.
Hari ini menjadi lebih dari sekadar berbagi kasih sayang; itu adalah pengingat akan pengorbanan untuk cinta. Dengan demikian, Hari Kasih Sayang mengajak banyak orang untuk merefleksikan arti cinta yang lebih dalam.
Tradisi yang Berkembang Seiring Waktu
Tradisi merayakan Hari Kasih Sayang ditandai dengan saling memberi ucapan dan hadiah. Pada abad ke-18 di Inggris, remaja mulai bertukar surat tulis tangan sebagai bentuk ungkapan cinta.
Seiring waktu, pada abad ke-19, kartu cetak menjadi tren baru dalam merayakan. Di Amerika Serikat, surat Valentine telah ada sejak abad ke-17, dengan Esther A. Howland dikenal sebagai 'Ibu Valentine' yang memproduksi kartu-kartu tersebut secara massal pada tahun 1840.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: