Jumat, 16 JANUARI 2026 • 10:22 WIB

Kisah Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans: Memahami Akhir yang Penuh Kontroversi

Author

Kisah Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans: Memahami Akhir yang Penuh Kontroversi

Hubungan Roby Tremonti dan Aurelie Moeremans kembali menjadi perhatian publik setelah peluncuran buku memoar Aurelie yang berjudul 'Broken Strings'. Dalam buku tersebut, Roby merasa dirinya dikaitkan dengan tuduhan serius yang merugikan namanya.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Roby mengungkapkan bahwa perpisahan mereka terasa sepihak, di mana ia merasa ditinggalkan begitu saja tanpa penjelasan yang jelas dari Aurelie setelah tahun-tahun bersama.

Perpisahan yang Sepihak

Dalam wawancara terbaru, Roby membahas akhir hubungan mereka yang dinilai sepihak. "Ya, jelas tidak baik. Jelas tidak baik," ucapnya, mencerminkan perasaan kecewa yang mendalam.

Roby menambahkan bahwa Aurelie, yang merupakan aktris blasteran Belgia, meninggalkan rumah mereka setelah beberapa tahun menikah secara agama di Gereja Katolik Cibinong pada tahun 2011. "Dia pergi begitu saja dari rumah ini," jelasnya, menunjukkan betapa mendalamnya kesedihan yang dirasakannya.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Masalah Keabsahan Status Pernikahan

Salah satu isu besar yang diangkat Roby adalah keabsahan status pernikahan mereka. Ia mengekspresikan keraguan terhadap status liber atau bebas nikah yang diklaim Aurelie setelah perpisahan mereka.

"Tidak ada. Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan (nikah). Itu tidak ada," ungkap Roby, menegaskan bahwa tidak ada proses hukum yang jelas dalam pemutusan hubungan mereka.

Ia mengklaim bahwa pernikahan mereka tidak dihadiri oleh keluarga Aurelie, termasuk ibunya, tetapi tetap sah di mata hukum gereja. Keberadaan Roby di sisi lain menegaskan bahwa meskipun hanya dihadiri oleh Aurelie, hubungan mereka sah secara formal.

Penjelasan tentang Pernikahan Katolik

Roby menjelaskan apa yang membuat pernikahan Katolik sah dalam pandangannya. "Untuk memperjelas, pernikahan Katolik itu apabila syarat-syarat terpenuhi, 18 tahun, meskipun orang tuanya tidak setuju, menurut gereja itu sah untuk menikah," ujarnya.

Ia menekankan bahwa pernikahan mereka tetap memiliki legalitas resmi. "Ini bukan jadi polemik lagi ya. Dan di Katolik itu nikah agama ada suratnya, surat dari gereja, untuk diajukan ke sipil," tambahnya, menunjukkan harapannya agar keabsahan pernikahannya diakui.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU