Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 09:16 WIB

Hadiah Rp814 M Untuk Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro

Author

urbanvibe.id – Amerika Serikat baru saja menawarkan hadiah sebesar US$50 juta atau sekitar Rp814 miliar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Tawaran ini merupakan bagian dari upaya AS untuk menindak tegas Maduro, yang dituduh sebagai pengedar narkoba terbesar di dunia.

Tuduhan Terhadap Maduro dan Reaksi AS

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, mengemukakan bahwa Maduro didakwa oleh pengadilan federal AS pada tahun 2020 dengan beberapa tuduhan serius, termasuk konspirasi ‘narko-terorisme’. Dia menyatakan bahwa Maduro merupakan kepala geng penyelundup kokain yang dikenal dengan nama ‘Kartel Matahari’, yang telah mengirimkan ratusan ton narkoba ke AS selama dua dekade terakhir.

Selain itu, pemerintah AS menuduh Maduro berkolaborasi dengan geng Venezuela yang bernama Tren de Aragua dan juga kartel narkoba Meksiko, Sinaloa. Tuduhan ini berakar dari laporan mengenai penyelundupan obat terlarang yang melibatkan jaringan yang luas dan kompleks di Amerika Selatan.

Maduro membantah semua tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai ‘palsu dan keliru’. Hubungan antara AS dan Venezuela memang telah memburuk selama bertahun-tahun, dan tawaran hadiah ini menjadi langkah terbaru dari AS dalam menindaklanjuti tuduhan yang ada.

Sikap Pemerintah Venezuela

Menyikapi tawaran AS, Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menyatakan bahwa tawaran tersebut adalah ‘menyedihkan’ serta ‘sangat konyol’. Gil menegaskan bahwa pendekatan seperti ini tidak akan merusak kepemimpinan Maduro di Venezuela.

Sebelumnya, pada bulan Januari tahun ini, pemerintah AS juga pernah menawarkan hadiah sebesar US$25 juta atau sekitar Rp407 miliar untuk menangkap Maduro. Tawaran yang berulang ini menunjukkan komitmen AS dalam menindaklanjuti tuduhan terhadap pemimpin Venezuela.

Pemerintah Venezuela telah lama menuduh AS terlibat dalam campur tangan politik negara mereka, mengklaim bahwa semua tuduhan terhadap Maduro hanya merupakan upaya untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih.

Dampak pada Hubungan Diplomatik AS-Venezuela

Sejak awal kepresidenan Maduro, hubungan diplomatik antara Washington dan Caracas telah berada dalam kondisi yang sangat buruk. Meskipun Maduro terpilih melalui pemilihan umum dua kali, AS dan beberapa negara lainnya tidak mengakui hasil pemilihan tersebut.

Kondisi ini semakin memperdalam perpecahan antara kedua negara, menciptakan tantangan besar di bidang diplomasi. Media sosial dan pernyataan resmi dari kedua belah pihak mencerminkan betapa sulitnya untuk menjalin komunikasi yang produktif di tengah situasi yang semakin tegang.

Langkah-langkah AS untuk mengejar penangkapan Maduro dapat menjadi titik fokus baru dalam hubungan internasional di kawasan Amerika Latin, terutama bagi negara-negara yang memiliki peran strategis dalam perdagangan narkoba dan politik lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU