Puasa menjadi bagian integral dalam hidup umat Muslim di Indonesia, terutama saat bulan Ramadhan tiba. Mengatur asupan cairan selama berbuka dan sahur sangat penting untuk menghindari dehidrasi.
Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Dehidrasi dapat mengganggu kesehatan, mulai dari kelelahan hingga permasalahan pada berbagai fungsi tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara mengelola asupan cairan saat berpuasa.
Mengapa Cairan Itu Penting?
Air memiliki peran yang sangat krusial dalam fungsi tubuh manusia. Kebutuhan cairan setiap orang bervariasi berdasarkan usia, aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama 12 hingga 14 jam, sehingga penting untuk memenuhi kebutuhan cairan di waktu yang tepat. Keseimbangan cairan membantu tubuh berfungsi dengan optimal.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Strategi Menjaga Hidrasi saat Berbuka dan Sahur
Ketika berbuka, disarankan untuk memulai dengan segelas air putih. Selain itu, menikmati buah-buahan seperti semangka dan jeruk yang kaya akan kandungan air dapat membantu memenuhi kebutuhan hidrasi.
Di saat sahur, penting untuk mengonsumi beragam sumber cairan, bukan hanya satu jenis minuman. Pilihan seperti susu, jus buah, atau air kelapa juga sangat baik untuk menjaga hidrasi tubuh.
Deteksi dan Pencegahan Dehidrasi
Ada beberapa tanda yang menunjukkan dehidrasi, seperti mulut kering, kehausan berlebihan, dan warna urin yang gelap. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting agar pencegahan bisa dilakukan dengan tepat.
Untuk mencegah dehidrasi, cek rutin asupan cairan saat berbuka dan sahur. Disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam dan kafein, yang bisa mempercepat kehilangan cairan dari tubuh.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: