Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 21:52 WIB

PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

Author

PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diluncurkan oleh Muhammadiyah.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam Maklumat No. 01/MLM/I.1/B/2025, Muhammadiyah menyatakan bahwa penetapan ini akan menjadi acuan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Perincian Penetapan Awal Ramadan

Dalam maklumat resmi, Muhammadiyah mencatat, '1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi.' Ini menjadi informasi kunci untuk umat Islam dalam mempersiapkan ibadah Ramadan.

Selaras dengan penetapan awal Ramadan, Muhammadiyah juga mengumumkan bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Ini membantu umat dalam merencanakan kegiatan sosial yang terkait dengan bulan puasa.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Dasar Penetapan Melalui Parameter Astronomis

Untuk penetapan awal Ramadan dan Syawal, Muhammadiyah menggunakan dua parameter utama sesuai Keputusan Tanfidz Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 86/ΚΕΡ/1.0/Β/2025. Salah satu parameter adalah ketinggian bulan minimum 5 derajat saat matahari terbenam.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa syarat pertama tidak terpenuhi untuk awal Ramadan 1447 H. Meskipun demikian, parameter kedua yang memperhitungkan kondisi astronomis setelah pukul 24.00 UTC dengan ijtimak di Selandia Baru dinyatakan valid.

Perbedaan dengan Penetapan Pemerintah

Penting untuk diingat bahwa penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah berbeda dengan yang akan ditetapkan oleh pemerintah. Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan tanggal resmi 1 Ramadan dan Idul Fitri 1447 H melalui sidang isbat menjelang bulan suci tersebut.

Hal ini menegaskan adanya variasi dalam penetapan awal bulan Muslim, yang menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah untuk menjaga kesepahaman di kalangan umat Islam.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU