BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 19:04 WIB

Panduan Pengaturan Menu Berbuka Puasa agar Gula Darah Stabil

Panduan Pengaturan Menu Berbuka Puasa agar Gula Darah StabilPanduan Pengaturan Menu Berbuka Puasa agar Gula Darah Stabil

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperingatkan pentingnya pemilihan menu berbuka puasa yang bijak untuk menghindari lonjakan gula darah yang berisiko. Kebiasaan mengonsumsi gorengan dan minuman manis selama berbuka dapat mengancam kesehatan.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menkes Budi mengingatkan bahwa setelah berpuasa seharian, tubuh mesti mendapatkan asupan gula yang tepat untuk menjaga kesehatan.

Pentingnya Memilih Sumber Gula yang Tepat

Setelah berpuasa, lambung dalam keadaan kosong dan kadar gula darah bisa menurun. Oleh karena itu, penting untuk memilih asupan yang mengandung gula agar tubuh mendapatkan energi secara optimal.

Menkes Budi mengungkapkan, "Sehabis puasa pada saat berbuka, lambung kita kosong sehingga kita perlu makan yang mengandung gula, karena gula kita juga rendah." Ini menunjukkan bahwa pemilihan sumber gula yang baik itu sangat penting untuk kesehatan.

Ia menekankan bahwa karbohidrat kompleks lebih disarankan daripada minuman manis seperti sirup. "Makanan-makanan ini semua mengandung karbohidrat, setidaknya karbohidratnya kompleks. Kalau kita makan karbohidrat ini akan diubah menjadi gula secara bertahap," jelasnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Risiko Minuman Manis dan Lonjakan Gula Darah

Menkes Budi juga menjelaskan bahwa minuman dengan gula sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berbahaya. "Beda kalau kita minum sirup, gula darahnya naik cepat. Ini berbahaya buat pankreas," tambahnya.

Lonjakan ini membuat pankreas harus bekerja keras memproduksi insulin dalam jumlah besar agar gula darah dapat kembali stabil. Hal ini berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

Oleh karena itu, pemilihan asupan saat berbuka puasa harus dilakukan dengan hati-hati.

Rekomendasi Sumber Karbohidrat yang Sehat

Sebagai alternatif yang lebih sehat, Menkes Budi merekomendasikan sumber karbohidrat kompleks seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan. "Makanan ini punya gula tapi pelepasannya bertahap, jadi energi pulih pelan-pelan tanpa bikin kaget tubuh," ujarnya.

Dengan memilih jenis makanan yang tepat, masyarakat langsung dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil selama bulan puasa. Ini sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

Menkes juga mengajak orang untuk berpikir kritis dengan mengatakan, "Nah jadi sekarang kalian mau buka puasanya yang mana? Mau yang enak atau yang sehat?" ini menggugah kesadaran akan pentingnya kebiasaan makan sehat.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Panduan Pengaturan Menu Berbuka Puasa agar Gula Darah Stabil

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!