BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 30 JANUARI 2026 • 18:00 WIB

Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari 2026

Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari 2026Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari 2026

Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah akan dimulai pada tanggal 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menggunakan metodologi astronomi.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Dalam penjelasannya, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, menyatakan bahwa KHGT bertujuan untuk mencapai keseragaman tanggal secara global. Hal ini menandakan bahwa seluruh dunia dihimpun dalam perhitungan waktu yang sama.

Dasar Penetapan Kalender Hijriah Global Tunggal

Muhammadiyah merumuskan penetapan awal Ramadan dengan prinsip 'one day, one date globally'. Dalam penjelasannya, Rahmadi Wibowo menyatakan bahwa tanpa keseragaman waktu, penetapan tanggal akan sulit dilakukan secara efektif.

Menurutnya, "Jika bumi dibagi ke dalam zona-zona, maka tidak mungkin ada keseragaman tanggal. Bisa saja satu wilayah sudah masuk tanggal baru, sementara wilayah lain belum." Dengan KHGT, penetapan sistem kalender Hijriah yang konsisten diakui hanya dapat melalui perhitungan astronomi atau hisab.

Ia menambahkan bahwa rukyah, meski penting untuk memastikan awal bulan, tidak cukup untuk membangun sistem kalender global yang kokoh.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Kriteria Penetapan Awal Bulan Hijriah

Awal bulan Hijriah akan ditetapkan berdasarkan dua kriteria astronomis, yaitu elongasi bulan dan posisi hilal. Untuk memenuhi kriteria ini, elongasi bulan harus minimal 8 derajat, dan ketinggian hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Apabila syarat tersebut belum terpenuhi, Majelis Tarjih berwenang menggunakan kriteria tambahan. Pertama, ijtimak atau konjungsi bulan harus terjadi di Selandia Baru sebelum fajar, tempat pertama yang memasuki hari baru.

Kedua, pada saat yang bersamaan, perlu dipastikan bahwa kriteria elongasi dan ketinggian hilal juga terpenuhi di daratan benua Amerika sebagai penutup siklus 24 jam global.

Proses Hisab dan Penetapan 1 Ramadan

Berdasarkan hisab, konjungsi bulan terjadi pada tanggal 17 Februari 2026, pukul 12.01 GMT. Namun, sebelum pukul 24.00 GMT, belum ada wilayah yang memenuhi kriteria utama, sehingga Majelis Tarjih harus menggunakan kriteria tambahan.

Di Selandia Baru, ijtimak terjadi sebelum fajar setempat, sementara di Bethel, Alaska, elongasi bulan telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Dengan terpenuhinya syarat tersebut, hasil penetapan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

Rahmadi menekankan, dalam sistem KHGT, posisi hilal di Indonesia tidak menjadi penentu. "Jika masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita menggunakan KHGT, maka hasil hisab di Alaska itu ditransfer secara global," ungkapnya.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!